Definisi Dan Resiko Sebuah Ke-virginan

Reaksi:
Seberapa pentingkah sebuah keperawanan seorang wanita dalam sebuah hubungan? Keperawanan seorang wanita sangatlah berharga bagi keawetan sebuah rumah tangga. Mengapa? Karena sebuah keperawanan adalah sebuah harga mutlak untuk menjaga prilakunya dan menjadikan itu semua menjadi dasar untuk memperbaruhi dan membentuk rumah tangga yang harmonis. Baik itu dari bibir, lidah, leher, payudara, dan virginitasnya seorang wanita. Apakah yang terjadi jika pasangan yang kita ketemui sudah tidak virgin lagi ? Lalu apa saja definisi dan resiko dalam sebuah hubungan yang akan dibentuk? Dan bagaimana cara kita dapat menjaga sebuah hubungan tersebut? Ada beberapa definisi dan resiko dalam sebuah kevirginitas dalam sebuah hubungan yang sudah sempat dijalani.

Resiko Ketidak-Virginitas Dalam Sebuah Hubungan
1. Cenderung ingin melakukannya lagi (ketagihan)
Seorang wanita yang sudah kehilangan kevirginitasnya biasanya akan cenderung dalam situasi keinginan melakukan kembali. Dengan kata lain, disaat wanita itu sudah berpisah dari pria yang mengambil kevirginannya, sudah pasti cenderung akan melakukan lagi buat pasangan barunya. Kebanyakkan wanita yang yang kehilangan virginitasnya bisa menjadi kebiasaan dan terbawa sampai membentuk rumah tangganya. Jika wanita itu masih baru pacaran sudah kehilangan keperawanannya dan sering gonta-ganti pacar, pastinya akan lebih sulit dalam mengendalikan dan menahan birahinya. Sehingga disaat wanita itu sudah membangun hubungan berumah-tangga biasanya sang istri ingin mendapat kebutuhan biologis dari sang suami. Bagaimana seandainya sang suami jarang pulang kerumah? bukankah ini sangat berbahaya?  Inilah yang disebut dengan hubungan " First Kiss ".  

Banyak kalangan remaja dan anak muda saat ini sudah terjebak dengan yang namanya " Free Seks ", Dan mereka bertanggapan bahwa seks adalah salah satu bunga-bunga dalam sebuah hubungan, tentu ini adalah pemikiran yg salah ! Tanpa disadari saat adanya masalah justru akan menghasilkan pasangan yang mudah menyerah dan mudah mengatakan kata cerai/putus.  Sehingga pasangan ini akan cenderung dengan yang namanya " sexual minded "dan seks dijadi hal yang terpenting dalam hidupnya. Kalau berbicara atau pun bercanda tidak pernah lepas dari persoalan seks. Kemungkinan mengalami “ seks extra marital ”( Seks sebelum nikah) yang sangat besar.

2. Tidak Memiliki Kenangan Dalam Pernikahan
Seseorang yang ingin memulai suatu hubungan harus siap menjalin sebuah pernikahan.  Artinya, mempunyai keyakinan dan tekad yang kuat. Bukan seperti anak remaja yang sedang puber, karena ingin mendapatkan seseorang teman hanya untuk memenuhi kebutuhannya tetapi seseorang yang sudah siap lahir dan batin. Sehingga memiliki prinsip untuk melangkah kejenjang yang lebih serius dan mempunyai hati yang mulia serta tekad yang tulus dan suci. Namun sejak adanya kehilangan dalam kevirginitasnya sudah pasti akan membuat wanita itu tidak memliki persiapan lagi, Dengan kata lain, tidak akan menikmati yang namanya bulan madu, melainkan akan terjadinya pertengkaran dalam rumah tangga, kalau sang suami tidak tahu sang istri sudah tidak virgin lagi? Bukankah rumah tangga yang dibangunnya akan mudah retak? Gitu juga sebaliknya kalau pasangan yang sudah terbiasa sejak pacaran sudah melakukan hubungan tersebut, sewaktu memasuki bulan madu akan terasa sama saja dan tidak ada kenangan yang indah, itu semua disebabkan karena sudah terbiasa yang namanya Seks Bebas.

3. Tidak Mau Diarahkan/Keras Kepala
Biasanya wianita yang sudah tidak virign akan sulit untuk diarahkan dan hanya mau selalu membawa kemauannya sendiri. Semua yang dilakukan tidak ada yang namanya kompromi, kesepakatan, penyesuaian, dan hanya menimbulkan dampak buruk saja. Hubungan yang akan dibangunnya akan sangat mudah dihancurkan. Semua itu disebabkan adanya sifat "keras kepala"yang berlebihan. Ini biasanya buat winta yang sudah memiliki rasa truma yang mendalam karena sudah kehilangan virginitasnya. Sehingga semua yang mereka anggap hanya ingin melukai dirinya sendiri.

4. Tidak Pernah Menganggap Kevirginan Adalah Tanggung Jawab
Ciri-ciri orang seperti inilah yang akan mudah "menyerempet" bahaya dimasa pacaran. Karena mereka memiliki prinsip tidak akan menjaga diri lagi. Kalau ada teman yang menganggap kevirginannya bukanlah tanggung jawab pribadinya, maka kemungkinan besar akan mudah jatuh dalam dosa. Pacaran tidak pernah di indentik dengan dosa tetapi harus harus selalu waspada agar dapat menjaga kesuciannya. Ini sering terjadi bagi wanita yang benar-benar haus akan uang dan harta, sehingga mereka nekad menjual harga virginnya hanya demi untuk kebahagiaannya sendiri, dan mereka menanggap bahwa uang adalah segalanya, tanpa memikir akan kehidupan rumah tangga yang akan dibangun. Jika tidak dihentikan bisa jadi seks salah satu pekerjaan yang ditekuni. 

5. Memilki Sifat Pembosan
Wanita yang sudah kehilangan keperawanannya akan membuat hubungan yang akan dibangunnya menjadi tidak bersifat permanen. Sehingga dalam hidupnya ada sebutan mencoba, berpertualangan, dan mencicipi banyak hal. Pada dasarnya banyak diantara wainta yang sudah kehilangan virginitasnya akan memiliki sifat pembosan, sehingga membuat banyak hubungan yang tidak bertahan lama. Sehingga hubungan itu hanya akan menjadi sebuah eksperiman atau sebagai kelinci percobaan, bukankah ini sangat berbahaya buat pasangannya!

6. Tidak Mempunyai Pendapat Dan Tidak Berani Menolak Yang Bersifat Negativ
Seseorang yang sudah terlanjur kehilangan kevirginitasnya akan susah untuk mengatakan : Tidak! Karena dia takut akan keputusannya sendiri. Orang yang seperti inilah yang sangat mudah jatuh dalam dosa karena susah untuk menyampaikan pendapatnya. Membuat dia hanya ikut arus saja dan lebih mengikuti kemauan pasangannya. Tanpa kita menyadarinya kalau  memiliki pacar yang agresif dan mengajak melakukan hal-hal yang bertentangan kita tidak akan sanggup menolak keinginannya. Bukankah ini sangat berbahaya! Untuk itu, kita harus berani mneyampaikan, menolak, dan mempunyai prinsip yang kuat agar tidak mudah terseret atau terjebak oleh pesona cinta.
Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat bermanfaat dan mempermudah kita menemukan orang yang tepat. Dan ahkirnya kita bisa menenmukan MR/MRS dalam kehidupan kita. 

< >

Penyebab Akan Kegagalan Dalam Masa Berpacaran

Reaksi:
Apakah kita sering gagal menjalin hubungan dengan seseorang sewaktu dimasa pacaran? Iya, Banyak dikalangan remaja dan anak muda disaat ini gagal membangun hubungan dengan pasangannya, sehingga membuat sesosok pasangannya menjadi pribadi yang menakutkan dan bukan menjadi pribadi yang menyenangkan. Itu semua disebabkan karena adanya sesuatu yang masih dingat atau pernah terjadi dimasa lalunya. Sehingga sewaktu menjalani hubungan dengan orang lain, selalu terbawa dan tidak mudah untuk dilupakan.

a. Bayangan Masa Lalu Yang Selalu Menakutkan
Setiap manusia yang pasti memliki masa lalu yang tidak menyenangkan. Namun masa lalu itu bukan untuk dihindari. Melainkan? Masa lalu itu untuk memberikan kita pengalaman agar disuatu hari tidak terjadi kesalahan yang sama. Melupakan dan menghindari bayangan masa lalu yang menakutkan itu memang sulit, apalagi bayangan masa lalu itu pernah berkaitan dengan sebuah hubungan yang pernah dijalani (seseorang yang pernah dicintai). Membuat seseorang tersebut bisa selalu meninggatkan akan masa lalunya dan kadang bisa membuat seseorang itu terbuai dengan pengalamannya. Sehingga tidak jarang dapat membuat seseorang itu berada di alam hayalan dan dialam nyata. Dan bayangan dimasa lalu yang pernah terjadi dalam kehidupan yang telah dijalani dengan pasangannya. Disaat semua bayangan masa lalu itu berada didalam alam hayalan dan nyata, mengakibatkan perasaan itu menjadi bercampur. 

Dan inilah yg akan menjadikan bayangan dimasa lalu itu menjadi bayangan yang truma dimasa depan. Sehinggga membuat perasaan dan logika tidak sejalan dan selalu berada di dalam perasaan yang mendalam. Bayangan masa lalu yang menakutkan itu bisa membuat seseorang itu tidak dapat mengontrol jalan pikiran dan daya ijmajinasinya. Sehingga bayangan masa lalu menjadi lebih besar dari pada logika. IniLah yang disebut tidak adanya keseimbangan dalam logika dan perasaan di saat rasa truma sudah memasuki dalam bayangan seseorang dan menjadi semuanya menjadi perasaan yang menakutkan. 

Jika bayangan masa lalu tidak ditinggalkan akan mempengarhui  mental dan kemungkinan besar akan mengalami strees yang cukup berat. Menghilangkan masa lalu dari diri kita tidaklah mudah, namun kalau ada tekad dan niat, maka seiring waktu berjalan dapat secara pelan-pelan akan menghilangkan masa lalu itu.
NB. Selama bayangan masa lalu itu masih selalu menghantui dalam diri kita, selama itu juga akan membuat dirimu menjadi manusia yang lemah dan hubungan yang kamu bangun pun tidak akan pernah bisa kokoh. Ingat ! Tinggalkan masa lalumu dan biarkan masa lalumu itu menjadi dasar untuk memberikan semangat dalam mencapai keingginmu.

b. Adanya Perkataan Tidak Menyenangkan Dari Orang Lain
Tidak ada satu pun manusia yang sempurna didunia ini, pastinya setiap orang akan memiliki kekurangan dan kelebihan baik itu berupa tubuh, jiwa, dan kerohanian. Dengan adanya perkataan dari seseorang tentunya ini sangat berpengaruh dalam hubungan tersebut. Hubungan yang sudah di jalani dengan baik dan menyenangkan bisa secara tiba-tiba langsung rusak. Untuk itu dibutuhkan kepercayaan terhadap pasangannya. Setiap hubungan yang sudah dibangun pasti banyak halangan dan tantangan yang akan di hadapi, namun  semua itu harus dihadapi bersama-sama. Jika masalah itu datang sebaiknya dibicarakan dan dihadapi bersama-sama, bukan untuk dihindari. Oleh karena itu seberapa besar masalah yang akan dihadapi coba dengan menyelesaikan secara pikiran tenang tanpa adanya ego masing-masing.

c. Memiliki Sifat Materialistis
Seseorang yang memiliki sifat materilistis tentunya akan mempercepat kegagalan dalam membangun hubungan yang sudah lama dengan seseorang. Sebab harapannya tidak didasarkan atas keinginan pasangannya, melainkan karena adanya rasa ingin meningkatkan taraf kehidupannya sendiri. Salah satu pasangan yang terobsesi pada kemewahan akan kecenderungan tidak puas pada hubungan mereka. Bukan gara-gara tidak adanya komunikasi melainkan kebutuhannya tidak terpenuhi, sehingga tidak jarang ini akan mempersempit sebuah hubungan yang telah dibentuk. 

Menurut para peneliti, pasangan yang tidak materialistis dan lebih sederhana bisa berkomunikasi secara efektif dan lebih menghargai perbedaan pandangan yang mungkin muncul saat keduanya sedang memiliki konflik. Tetapi, bagi pasangan yang memliki sifat materilistis dia kurang berusaha dan tak mau berkorban untuk menjaga hubungannya karena yang mereka anggap penting adalah materi, bukan orangnya

Para peneliti menemukan pasangan yang materialistis selalu membandingkan dirinya kepada orang lain yang lebih kaya raya. Ini menyebabkan mereka selalu berpikir kurang beruntung dibanding yang sebenarnya. Jika ini tidak dihentikan dari sekarang akan terbawa sampai memiliki keluarga dan disaat adanya masalah yang datang akan menyebabkan pasangannya mudah berpindah hati. Bukankah ini berbahaya?

NB. Lebih baik hidup sederhana, tetapi kualitas hubungan yang dibangun melebihi dari harta. Dari pada hidup mewah tetapi tidak merasa bahagia.

d. Mengutamakan Nafsu
Setan sangat ahli dalam menipu dan mengarahkan keinginan kita. Jika kita tidak ingin ditipu olehnya, kita harus belajar mengendalikan sesuatu di dalam hidup kita. Jangan biarkan nafu memperbarui pikiran kita. Disaat salah satu pasangan mengutamakan nafsu akan membuat kita lepas kendali, dan akan mengganggu hubungan tersebut."Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak menyentuh wanita" Ini berarti harus ada jarak tertentu antara laki-laki dengan perempuan untuk menghindari perangkap nafsu berahi. 

Di sisi lain, jika salah satu pasangan mengutamakan nafsu, maka pasangannya itu akan mencari kesempatan untuk bisa mendekati orang lain lagi. Kemungkinan akan meninggalkannya karena hubungan itu sudah tidak terasa damai lagi. Jadi, hubungan yang hanya berdasarkan nafsu tanpa di kendalikan dengan KASIH, hubungan itu akan mudahnya retak. Sebab seseorang yang menuntut segala sesuatu dari orang lain hanya gara-gara ingin memenuhi nafsunyanya tanpa memikirkan masa depan pasangannya.

Jika salah satu dari pasangannya masih mengutamakan nafsu, sudah pasti akan terjadinya gesekkan dan ahkirnya mengalami dilema. Seharusnya hubungan itu berbicara tentang komitmen dan bukan hanya sekedar perasaan adalah segalanya. melainkan disaat adanya komitmen maka hubungan yang dibangun bisa menjadi menyatukan, bukan hanya sekedar keingginan sesaat.

NB. Jangan pernah mencintai seseorang itu hanya gara-gara nafsu, tetapi cintailah pasanganmu dengan "AGAPE". Sehingga hubungan yang dibentuk menjadikan sebuah komitmen dan bukan sekedar nafsu sesaat.

Dengan adanya artikel ini dapat membantu kita mendapat hubugan yang lebih baik lagi, sehingga hubungan itu bisa bersifat creativ, positif dan konstruksi.
< >

Hubungan Seks Pra-Nikah

Reaksi:

Banyak dikalangan Remaja saat ini sudah terbiasa melakukan seks pra-nikah tanpa harus diawali dari pernikahan yang sah. Sehingga tanpa disadari kebahagian yang diberikan pun tidak menghasilkan apa yang didapatkan. Sehingga saat keputusan menunda seks sebelum menikah diambil, maka kebahagiaan akan menjadi milik berdua. Dengan adanya sebuah studi banding didalam survei online bertajuk “Relate”. Salah satu pertanyaan yang paling berarti adalah “Kapan Anda terlibat secara seksual dalam hubungan bersama kekasih?”. Pasangan yang melakukan seks terlalu dini cenderung menemukan hubungan mereka tentang kualitas dan kestabilannya dalam pasangan mampu dipercaya atau diandalkan. Untuk itu, pasangan yang sudah terlanjur melakukan hubungan seks pra-nikah seringkali digambarkan sebagai suatu tindakan egois tanpa adanya unsur-unsur kesetiaan, eksklusif ataupun permanen. Tetapi sesungguhnya hubungan seks pra-nikah hanyalah meninginkan tubuhnya semata, dan sekedar kenikmatan, bukan adanya suatu komitmen akan persatuan hidup dan cinta kasih. 

Adanya 6 faktor resiko dalam hubungan seks pra-nikah 

1. Menjadi Sesosok Pribadi Yang Tidak Utuh
Hubungan yang sudah mengalami seks pra-nikah akan membuat dirinya menjadi sesosok pribadi yang tidak utuh, sehingga tidak jarang menjadi manusia yang tidak ada gunanya. Walaupun tidak adanya seorang yang mengetahui hubungan yang sudah dilakukan, sudah pasti akan menimbulkan rasa yang bersalah. Karena mengakibatkan kamu akan membenci dirimu sendiri dan tidak sanggup menolak tekanan untuk melakukan hubungan seks itu kembali.
2. Adanya Rasa Ketagihan
Apa pun yang sudah dilakukan dalam hubungan seks pra-nikah sudah pasti tidak akan mengembalikan kamu seperti semula. Sehingga membuat kamu menjadi " Sexual Person " adanya rasa ketagihan untuk melakukannya. Dan mengakibatkan, insting yang dimiliki pun akan dipenuhi pemikiran akan nafsu akan kepuasan diri sendiri.

3. Mempercepat Kedewasaan Diri
Dengan sudah melakukan hubungan seks pra-nikah, akan mempercepat kepribadian kita menjadi dewasa. Sehingga mengubah cara pandang tentang seks menjadi pasangan suami istri. Yang membuat jadi seks berubah menjadi sebagai suatu yang “kotor” dan terlarang. Bahkan setelah menikah nantinya yang di pikirkan hanya kepuasan semata. Sayang kan ?

4. Merasakan Ikatan Yang Sulit Untuk Dilepas
Ini biasanya dialami bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seks pra-nikah akan merasakan ikatan yang sulit untuk dilupakan dan dilepaskan dengan pasangan yang sudah mengambil VIRGINITASnya. Membuat sicowoknya tersebut menjadi " THE FIRST ONE " padahal, sicowok itu belum tentu merasakan apa yang dia inginkan. Pertanyaannya "Masih adakah pasangan yang akan menerima dirimu sesudah tidak virgin lagi!!!"

5. Mencari-cari Permasalahan
Pasangan pra-nikah yang telah melakukan hubungan seks biasanya akan selalu mempunyai agenda tersendiri . Karena hubungan pacaran berubah menjadi “all about seks“. Kapan dan dimana akan melakukannya! Tidak jarang harus berbohong kepada siapa saja. Agar hubungan itu bisa dilakukan dan perhatian akan menjadi liar dan tidak terarah. Apakah benar-benar tulus atau karena cuma seks. Bahkan terkadang sedang berantem hebat pun akan langsung baikan cuma gara-gara seks, dan melupakan masalah sesungguhnya.

6. Tidak Menikmati Pernikahan
Seks Pra Nikah, maka kamu tidak akan pernah menikmati pernikahan. Karena sudah biasa melakukan hubungan seks pra nikah, maka bulan madu yang mestinya asyik dan romantis, bakal jadi seperti liburan biasa. Tidak akan pernah ada sesuatu yang berkesan untuk seumur hidup.

Adanya lima faktor yang perlu di ketahui selama masih melakukan hubungan seks pra-nikah
Selama masih berada dalam hubungan seks pra-nikah dimasa pacaran sebaiknya kita harus mengetahui apa langkah untuk tetap menjaga keberadaan kita. Bahkan apa saja yang harus kita lakukan agar hubungan yang di bangun tidak menghasilkan pemikiran-pemikiran akan kepuasan tersendiri yang akan membuat kita menjadi seorang yang akan haus dengan yang namanya " SEKSUAL ". Walaupun pada dasarnya itu semua dosa sebaik hubungan yang sudah melakukan hubungan lebih jauh sanggup mempertahankannya hingga sampai pernikahan. Ada lima langkah untuk tetap berada didalam hubungan yang positiv.

1. Mengendalikan Diri
Walau banyak godaan untuk melakukan hubungan tersebut, sebaiknya kita juga harus bisa mengendalikan perasaan dan logika kita agar apa yang dilakukan selama ini bukan sekadar nafsu saja, melainkan sebagai didasarkan dengan " KASIH ". Banyak dikalangan remaja yang sudah melakukan hubungan tersebut tidak sanggup mengendalikan logikanya, sehingga kebanyakkan hanya keingginan untuk kepuasan tersendiri. Bukankah ini sangat berbahaya dan beresiko menuju kehamilan yang tidak terduga. Bahkan akan sanggup membuat satu nyawa yang tidak berdosa melayang. Untuk itu, selama kamu berada dalam hubungan tersebut sebaiknya dibutuhkan Pengendalikan diri sendiri agar tidak terpancing kehal yang buruk lagi.

2. Apakah Hubungan Tersebut Positiv atau Negativ
Sebaiknya kita harus menyadari apakah selama melakukan hubungan tersebut, kita berada dalam hal positif atau negatif. Apakah hubungan itu memberikan kita pemikir-mikiran untuk tetap menjaga hubungan ini sampai pernikahan. Karena kebanyakkan pasangan yang sudah melakukan hubungan seks sebelum nikah akan susah membawa hubungan tersebut kearah yang tepat, sebab pasangan itu hanya memikirkan kepuasan tersendiri. Bukan untuk memberikan yang terbaik buat pasangannya. Sayangkan !! kalau kehidupan yang diberikan sama pasangan tidak bisa memberikan yang terbaik.

3. Saling Membangun Kepribadian Masing-Masing
Tanpa disadari kebanyakkan pasangan yang sudah melakukan hubungan yang lebih jauh, akan saling menjatuhkan. Dengan kata lain membuat pasangan tidak menjadi pribadi yang utuh baginya. Sehingga apa yang dilakukan akan berakibat kekerasan dalam diri pasangannya tersebut.

4. Saling Menjaga dan Menghargai
Adanya saling menjaga dan menghargai pasangannya, sudah pasti membuat pasangan menjadi mitra dalam kehidupannya sendiri. Bahkan apa pun yang dilakukan bukan sekedar ingin mencari kepuasan melainkan saling menjaga pribadi masing-masing. Dan bukan sekedar kesempatan untuk mencari penganti pasangannya. Sehingga yang nama Free Seks dapat dihindari.

5. Saling Memahami
Selama dalam hubungan tersebut kita akan menjadi sesosok penuntut dan apa yang kita ingin harus terpenuhi. Maka dalam hubungan itu dibutuhkan saling memahami dan saling mengerti. Agar hubungan yang telah dibangun pun tidak menjadi sia-sia. 

Walaupun pada dasarnya seks sebelum nikah adalah DOSA. Sebaiknya kita harus bisa menjaga diri agar terhindar dari rayuan dunia. Agar disaat menuju pernikahan akan memberikan kebahagiaan pada pasangan kita tersebut. Semoga dengan adanya catatan ini dapat membantu kita agar tidak mencoba untuk melakukan Seks Pra-Nikah.
< >

Cinta Yang Terpendam

Reaksi:
Banyak diantara kaum muda disaat ini susah dan tidak berani untuk mengungkapan rasa sayangnya buat orang yang dicintai. Sehingga tidak jarang perasaan dan kasih sayang yang dimiliki dipendam dalam dirinya sendiri. Tetapi, sebenarnya berpacaran adalah salah satu menuju rumah tangga yang memang sangat memerlukan cinta, tetapi juga memerlukan pengertian terhadap cinta itu sendiri. "Karena cinta itu sekuat maut, dan nafsu berkuasa seperti kematian. Nyalanya seperti nyala api yang berkobar dengan dahsyat. Air yang banyak tak mampu memadamkan cinta, dan banjir tak dapat menghanyutkannya. Jika seorang memberi segala hartanya untuk membeli cinta, pasti hanya penghinaan yang didapatnya." Makanya dibutuhkan suatu pengertian dan keberanian dalam mencari dan menentukan pasangan kita di kemudian hari. Ada beberapa cara agar cinta yang kita miliki tidak tertunda, yaitu :

a. Kesadaran Diri Sendiri
Apakah selama ini kita mengerti akan situasi dan kondisi kita, sebab kesadaran diri kita sangatlah di perlukan agar cinta yang akan diberikan sama orang lain tidak menjadi batu sandungan atau dengan kata lain tidak membawa kesialan pada diri sendiri. Dengan demikian hubungan yang akan dibina pun menjadi sarana untuk mempertemukan antara keinginan kita dan orang lain. Adanya kesadaran diri sendiri akan membuat hubungan  itu menjadi proses, sehingga proses komunikasi therapeutik akan lebih mendekatkan akan perasaan yang tertunda menjadi lebih menarik. Dan sebaliknya bila masih belum terjadi dan belum terbentuknya kesadaran dari diri sendiri maka hubungan itu semakin menyempit dan itu akan menyulitkan kebahagian dalam hubungan therapeutik. Karena proses komunikasi dan pengenalan tentang pasangan itu menjadi tertutup.


b. Takut Mengungkapinya
Banyak dikalangan muda disaat ini, hanya gara-gara menyimpan perasaan cinta buat orang lain dia sanggup memendamkan apa yang dia rasakan. Perasaan dan logika pun tak sejalan dengan apa yang dia dialami. Sehingga dia sanggup menghalalkan berbagai cara hanya ingin mendapatkan kekasih pujaan hatinya. Bukankah ini sangat berbahaya? Seharusnya langkah yang diambil adalah melihat dan mengamati karakter pasangan yang dicintainya. Agar apa yang dia rasakan selama ini tidakkan menjadi sia-sia, melainkan menjadi berkat baginya. Maka di butuhkan keberanian diri untuk menyatakan cinta bagi pasangan yang dicintai. Seperti perkataan Charels Lamb " Secara terori hidup ini harus dinikmati, tetapi kenyataan sebaliknya-semuanya tidak mudah untuk dinikmati." Selagi kita masih bisa berbicara, mencoba untuk mengungkapkan perasaan cinta yang kita miliki pada orang tidak salah, melainkan kita berani mengambil keputusan hidup. Dengan membuat prinsip " Bahwa apa yang saya lakukan bukan untuk membuat penyakit dalam diri saya". Ingat, cinta tidak harus memiliki, tetapi cinta harus membuat kebahagiaan dalam diri sendiri. Sehingga, apa yang dirasakan tidak menjadi beban di hati. Maka cinta yang tertunda harus secepatnya di ungkapkan.


C. Menguatkan Diri Sendiri 
Dalam hal ini kedewasaan diri sangatlah dibutuhkan, sebab tidak selamanya orang yang kita cintai akan merespon balik dengan apa yang telah diungkapan dengannya. Dengan kata lain, disaat kita sudah mencoba mengutarakan isi hati kita pada orang lain, tetapi jawaban yang diberikan tidak sama yang ada dibenak kita. Maka sangat dibutuhkan kedewasaan diri untuk mengendalikan dan menguatkan diri sendiri, supaya perasaan yang terbawa dapat berubah menjadi menerima keadaan.


D. Berusahalah Menjadi Yang Terbaik
Pada dasarnya cinta itu dimiliki semua orang. Sehingga tidak jarang manusia memiliki perasaan cinta menjadi berbeda. Sehingga apa yang dirasakan, ahkirnya di simpan berlarut lama. Selama adanya perasaan yang terpendam akan membuat hidup kita menjadi lebih sempit pada ahkirnya membawa kesuasana untuk memliki pasangan tersebut. Proses untuk pengembangan untuk diri sendiri pun diabaikan. Sebaiknya selama kita masih menyimpan rasa cinta itu dapat dipergunakan untuk mengembangkan kepribadian masing-masing. Agar apa yang dirasakan tidak menjadi sia-sia.


Cinta tang terpendam, memang sangat menyakitkan, tetapi yang paling menyakitkan adalah disaat kita tidak berani untuk menyampaikan kepada orang tersebut. Walaupun cinta itu akan bertolak belakang dengan apa yang kita alami, namun cinta itu akan membawa kita untuk mengembangkan karakter kita menjadi lebih berarti. Selama kita masih bisa bernafas, selama itu juga cinta akan selalu berada dalam diri kita. Untuk semua itu, yang kita butuhkan adalah kedewasaan diri dan mengembangkan diri sendiri. Dengan bertujuan dapat membuat hidup ini menjadi lebih berarti.


< >

Defenisi dan Resiko Perselingkuhan

Reaksi:

Semua orang pasti membutuhkan cinta, apalagi disaat cinta itu sudah mulai masuk dalam kehidupan seseorang. Cinta itu memiliki berbagai macam bentuk yang menjadikan hubungan seseorang itu memiliki khas tersendiri. Banyak diantara antara kalangan remaja sudah mengerti yang namanya pacaran, sehingga tidak jarang terjadinya perselingkuhan yang menyebabkan gonta-ganti pasangan. Jika tidak dihentikan dari sekarang akan berbahaya pada dirinya sendiri dikemudian hari. Ada berbagai faktor yang dapat membuat seseorang itu selingkuh.

a. Masih Menyimpan Kepalsuan
Dalam hidup ini banyak kepalsuan yang masih perlu diwaspadai, mata bisa tertipu oleh penampilan yang memikau. Banyak dikalangan anak muda disaat berpacaran salah menentukan pasangannya. Itu disebabkan karena adanya bisikkan dan rayuan yang membuat seseorang dapat terlena. Dan ahkirnya mencari pasangan yang lain agar dapat membuat dirinya sendiri bahagia.

b. Membutakan Akal Sehat
Seseorang yang sedang jatuh cinta dapat membutakan akal sehat, sehingga logika dan perasaan tidak sejalan. Itu disebabkan, karena adanya tanggapan, saran, dan kiritk dari sahabat dapat membuat seseorang itu melakukan perselingkuhan. Sehingga tidak jarang kaum muda harus membutakan akal sehatnya, hanya gara-gara ingin mendapatkan yang lebih.

c. Over Protektif
Protektif ( bersifat melindungi ) sama artinya dengan tanda sayang. Tetapi over protektif (terlalu dilindungi) itu tanda bahaya. Biasanya dimasa pacaran salah satu dari pasangan senang diperlakukan over protektif. Tetapi kalau hal itu terjadi terus menerus dengan tingkat intensitasi yang tinggi, maka sikap itu akan membawa salah satu dari pasangan akan berselingkuh. Mengapa? Karena tidak ada seorang manusia yang sanggup hidup dalam aturan dan larangan yang banyak dan detail. Walaupun aturan dan larangan itu dari sang kekasih yang bersifat untuk melindungi akan beresiko buat pasangannya untuk mencari orang lain agar dapat bebas dari aturan tersebut. Pasangan yang diperlakukan secara over projetif akan membuat pasangan menjadi manusia yang kerdil, penakut dan mati inisiatifnya. Apalagi seseorang yang sudah terbiasa hidup dalam kemandirian jelas-jelas akan mengalami tekanan dan menimbulkan banyak friksi dan pertengkaran. Pasangan yang memperlakukan pasangannya secara over protektif biasanya kreatifitas, kegembiraan, dan inisiatif pasangannya dimatikan. Pacaran pun tidak mengembangkan potensi dan jati diri, tetapi justru menjadikan para pelakunya tidak mengalami kemajuan sama sekali. Sehingga hubungan yang dibentuk menjadi sebuah penjara dan bukan sebuah hubungan yang merdeka.

d. Over Posesif
Over Posesif artinya terlalu ingin memiliki. Dimasa pacaran pasangan yang memiliki karakter seperti ini cenderung memperlakukan pasangannya seperti robot yang dengan mudah dikendalikan sesuka hati. Mengapa? Karena dia menanggap pasangannya itu adalah miliknya sepenuhnya. Tidak ada orang lain yang boleh ikut ‘memiliki’ sang buah hati. Semua hal tentang pasangannya dia yang mengatur dan pasangannya harus selalu mengikuti apa kemauannya tanpa ada bantahan. Jelas sikap ini sangat berbahaya, karena dapat membuat pasangannya memilih untuk berselingkuh. Dan perlu diketahui pasangan cenderung yang mempunyai sifat over posesif biasanya memiliki gejala neurotis ( gangguan kejiwaan ) ringan.

e. Sexual Minded
Pasangan yang cenderung dengan sexual minded akan terobsesi dengan namanya seks. Sehingga seks menjadi hal yang terpenting dalam hidupnya. Kalau berbicara atau pun bercanda tidak pernah lepas dari persoalan seks. Kemungkinan mengalami “ seks extra marital ”( Seks sebelum nikah) yang sangat besar.

f. Emotional Imbalance
Pasangan yang memiliki emosi yang tidak stabil biasanya dapat membuat pasangannya tidak betah. Karena adanya luapan-luapan yang mudah meledak-ledak, emosional dan temperamental yang ahkirnya menimbulkan kekerasan disaat masa pacaran. Contohnya : suka main pukul, salah sedikit langsung mengeluarkan kata-kata kasar, dan suka membentak. Dengan bahasa sederhana pasangan yang memiliki sifat emotional imbalance adalah salah satu pasangan yang gampangan dan tidak bisa dipercaya.

g. Self Oriented
Biasanya pasangan yang memiliki sifat ini cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri. Sehingga dia memiliki prinsip, bagaimana bisa memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, memperoleh kenikmatan sepuas-puasnya, dan memperoleh keinginan yang sedalam-dalamnya. Sehingga pacar pun hanya akan dijadikan sebagai alat untuk memenuhi kesenangan dirinya sendiri. Sehingga tidak ada yang namanya respek, take dan give yang ada hanya ekploitasi yaitu memuaskan kesenangan dirinya sendiri. Tanpa disadari ini dapat membuat pasangannya akan lebih memilih berselingkuh dari pada berpacaran. 

h. Authority Dishonor
Pasangan ini pada dasarnya terbiasa tidak mematuhi aturan atau norma yang berlaku secara umum. Sehingga dengan mudah melecehkan dan menanggap peraturan tidak ada. Dan membuat dirinya menetapkan norma-norma oleh dirinya sendiri. Sehingga memberikan dampak yang terlalu extrame dan cenderung menjadi seseorang yang suka berbau kriminal. 


Dengan adanya artikel ini dapat memberikan dampak yang positif buat kita, agar disaat masa pacaran dapat membuat pasangan kita tidak mudah mengalami yang namanya perselingkuhan. Jika adanya sebuah permasalahan, tidak akan memberikan dampak yang buruk terhadap hubungan yang sudah dibentuk.
< >

Prinsip Menemukan Pasangan Hidup

Reaksi:
Memilih pasangan hidup merupakan salah satu keputusan yang sangatlah penting untuk sebuah kebahagiaan. Mengapa? karena jika salah memilih pasangan hidup dapat menyebabkan kebahagiaan berubah menjadi pertengkaran, amarah, kekerasan, perselingkuhan, kebohongan, kebencian, dan masalah lainnya. Sehingga tidak jarang harus diahkiri dengan perceraian yang mendatangkan penderitaan seumur hidup. Penderitaan itu bukan hanya bagi pasangan tersebut, tetapi akan berdampak bagi anak-anak yang sudah dilahirkan. Itu semua disebabkan karena tidak adanya keharmonisan dari orang tua ( Broken Home ). Tanpa disadari saat adanya masalah justru akan menghasilkan pasangan yang mudah menyerah dan mudah mengatakan kata cerai/putus.

Menemukan pasangan hidup bagaikan antara " Sorga " dan " Neraka ". Karena itu untuk memilih pasangan yang tepat menentukan keluarga yang akan dibina dan didapatkan. Pertanyaannya : Mungkinkah kita menemukan Mr/Mrs Right ? Jawabnya " it's impossible ".

Manusia yang hidup didunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, tidak dibutuhkan harus mencari atau menemukan pasangan yang sempurna. Karena itu dapat membuat kerseringan putus atau gonta-ganti pacar.

Ada 3 hal prinsip yang perlu diketahui untuk menemukan pasangan hidup, yaitu :
a. Kehidupan
Berbicara tentang " kehidupan " berarti  membawa pasangan itu lebih maju dan memiliki tujuan untuk diarahkan ke masa depan. Sehingga hubungan yang dibentuknya pun menghasilkan hal-hal yang creativ, positif, dan konstruksi. Dengan menanamkan arti kehidupan sudah jelas hubungan yang dibangun akan memliki komitmen dan bertanggung-jawab. Gitu juga sebaliknya kalau tidak memliki prinsip ini sudah jelas akan mendatangkan malapetaka baik itu dengan keluarga, lingkungan, dan diri sendiri. Disaat menemukan pasangan hidup harus benar-benar dipahami arti dari kehidupan agar hubungan membawa perkembangan dan kemajuan.

b. Kepribadian
Dalam hal ini kepribadian seseorang perlu diasah dan ditajamkan. Seperti besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Artinya selama menemukan pasangan hidup harus diperlukan mengasah kepribadian diri sendiri, agar bisa menghasilkan karakter yang lebih baik dan dewasa. Banyak hubungan yang gagal/putus ditengah jalan. Itu disebabkan, karena masih memliki sifat kasar, egois, menyerah dan kekanak-kanakkan. Tetapi, begitu sudah memiliki prinsip ini, sudah jelas akan adanya perubahan dan membuat watak seseorang menjadi lebih bertanggung-jawab dan dewasa. Seseorang yang benar-benar ingin menemukan pasangan idealnya biasa akan mengerti dan menaati segala larangan. Sehingga hubungan yang dibentuknya akan membuat pasangannya menjadi pribadi yang utuh dan berharga.

c. Kerohanian
Menemukan pasangan hidup harus semakin mendekat dan cinta akan Tuhan. Proses demi proses yang dijalani pun harus lebih setia dan makin rajin menghadiri acara ibadah. Sayangnya banyak diantara  kalangan kaum muda, begitu sudah mendapatkan orang yang mengisi hari-harinya mengalami kemunduran imannya. Sehingga agamanya pun hanya sebagai formalitas dan basa-basi belaka. Maka menanamkan prinsip dalam kerohanian sangatlah penting agar tidak mudah terjebak dengan hal yang bersifat sementara dan duniawi.

Dengan adanya 3 prinsip ini, sudah jelas seseorang yang sudah menemukan pasangannya akan memberikan hal yang creativ, positif, dan konstruksi. Dan membuat dirinya menjadi lebih baik, matang, bertanggung-jawab, dan dewasa. Dengan adanya prinsip ini juga dapat membantu menemukan pasangan hidup kita selamanya.
< >

Karakter Dan Ciri-Ciri Disaat Mulai Pacaran

Reaksi:

Apakah kita pernah bertanya dalam benak kapan idealnya kita mulai pacaran? Serta apa ciri-ciri yang sudah siap pacaran? Pacaran yang sesuai adalah disaat pacaran yang tidak terlalu cepat, sebab pacaran yang terlalu cepat dapat membuat seseorang itu belum mengenal karakter dan tabitatnya. Dan juga pacaran itu jangan terlalu lama, karena dapat menimbulkan banyak masalah. Jadi, kapan kita mulai berpacaran? Pada saat sudah memikirkan kesebuah pernikahan. Ada tiga karakter yang mesti dipenuhi seseorang disaat memulai sesuat hubungan, yaitu :

1. Dewasa
Menurut penelitian dan tanggapan dari beberapa pakar-pakar yang mengerti akan cinta. Masa pacaran yang ideal diantara 2-5 tahun dan pada usia 21-23 tahun. Walaupun pacaran adalah masa yang paling indah, tentunya umur tidak menjadi mutlak untuk mengikat suatu hubungan tersebut. Ada beberapa orang yang usianya sudah mencapai hal tersebut namun kelakuan dan perbuatannya masih kekanak-kanakkan.

2. Siap Menjalin Pernikahan
Seseorang yang ingin memulai suatu hubungan harus siap menjalin sebuah pernikahan. Artinya, mempunyai keyakinan dan tekad yang kuat. Bukan seperti anak remaja yang sedang puber, karena ingin mendapatkan seseorang teman hanya untuk memenuhi kebutuhannya tetapi seseorang yang sudah siap lahir dan batin. Sehingga memiliki prinsip untuk melangkah kejenjang yang lebih serius dan mempunyai hati yang mulia serta tekad yang tulus dan suci.

3. Sudah Mapan
Yang dimaksud disini bukan memiliki rumah sendiri, mobil pribadi, dan sebagainya. Tapi, seseorang yang memiliki secara fisik, psikis, dan materi. Dengan kata lain sudah memiliki pekerjaan yang tetap dan tidak tergantung pada finansial orang tua. Sehingga adanya persiapan untuk hidup berpisah dari keluarga, hidup secara mandiri, dan membangun kehidupan pribadi.

Ciri-Ciri Orang Yang Sudah Siap Pacaran
Setelah kita mengetahui apa saja karakter yang harus dipenuhi seseorang untuk memulai berpacaran. Sekarang kita akan membahas apa saja ciri-ciri orang yang sudah siap menjalin hubungan pacaran. Dengan adanya ciri-ciri ini dapat menginstropeksi diri!

a. Mengenal Tuhan Sebagai Sumber Kasih
Secara pribadi orang yang akan memulai pacaran harus mengenal Tuhan terlebuh dulu. Mengapa? Sebab sumber kasih itu hanya ada dalam Tuhan. Jadi, mustahil seseorang bisa memberikan kasih  pada pasangannya kalau tidak mengenal Tuhan. Kalau hidup seseorang masih setengah-setengah itu dapat bersifat  menghancurkan. Mengapa? Karena dia akan sulit menerima, memberikan, dan terbuka kepada pasanganya. Sehingga membuat seseorang itu sulit untuk memaafkan kesalahan seseorang dan dapat dibayangkan hubungan yang dibangunnya diwarnai dengan benturan, kekerasan, dan tidak ada keharmonisan. Untuk itu saran saya, sebelum memulai pacaran sebaiknya introspeksi diri dan meningkatkan pendekatan pada Tuhan. Sudah pasti hubungan itu akan didasari dengan kasih yang sesungguhnya.

b. Tidak Memilki Sifat Pembosan
Dengan tidak adanya sifat pembosan makanya hubungan yang akan dibangunnya akan bersifat permanen. Sehingga dalam hidupnya tidak ada yang sebutan mencoba, berpertualangan, dan mencicipi banyak hal. Pada dasarnya banyak diantara kaum muda memiliki sifat pembosan, sehingga membuat banyak hubungan yang tidak bertahan lama. Selama belum bisa menghilangkan sifat pembosan hubungan itu hanya akan menjadi sebuah eksperiman atau sebagai kelinci percobaan, bukankah ini sangat berbahaya!

c. Harus Mempunyai Komitmen
Orang yang sudah terbiasa dengan sebuah komitmen biasanya perkataannya bisa dibuktikan dan memiliki perinsip yang tidak pernah berubah. Sehingga memiliki ketegasan dan sulit untuk dijatuhkan. Membuat wataknya tidak seperti layang-layang kemana angin bertiup maka dia akan ikut. Dalam hubungan yang sudah dibentuknya, kecendrungan untuk berselingkuh tidak ada. Karena sudah memiliki karakter yang tegas dan tidak mudah berubah.

d. Tidak Memiliki Sifat Kekanak-Kanakkan
Artinya tidak memiliki sifat selalu menuntut, tidak mudah mengambek/merajuk, dan mudah memaafin kesalahan seseorang. Dengan adanya sifat inilah membuat pasangannya akan bahagia, karena dia mengerti akan situasi dan kondisi.  Hubungan yang dibangunnya pun akan bersifat cerativ, positif, dan konstruksi.

e. Mempunyai Pendapat Dan Mau Menolak Yang Bersifat Negativ
Banyak orang yang susah untuk mengatakan : Tidak! Karena dia takut akan keputusannya sendiri. Orang yang seperti inilah yang sangat mudah jatuh dalam dosa karena susah untuk menyampaikan pendapatnya. Membuat dia hanya ikut arus saja dan lebih mengikuti kemauan orang lain. Tanpa kita menyadarinya kalau  memiliki pacar yang agresif dan mengajak melakukan hal-hal yang bertentangan kita tidak akan sanggup menolak keinginannya. Bukankah ini sangat berbahaya! Untuk itu, kita harus berani mneyampaikan, menolak, dan mempunyai prinsip yang kuat agar tidak mudah terseret atau terjebak oleh pesona cinta.

f. Mau Diarahkan.
Biasanya orang yang tidak mau diarahkan selalu membawa kemauannya sendiri. Semua yang dilakukan tidak ada yang namanya kompromi, kesepakatan, penyesuaian, dan hanya menimbulkan dampak buruk saja. Hubungan yang akan dibangunnya akan sangat mudah dihancurkan. Semua itu disebabkan adanya sifat "keras kepala"yang berlebihan.

g. Menganggap Kesucian Adalah Tanggung Jawab
Ciri-ciri orang seperti inilah yang tidak mudah "menyerempet" bahaya dimasa pacaran. Karena mereka memiliki prinsip akan menjaga kesucian. Kalau ada teman yang menganggap kesucian bukanlah tanggung jawab pribadinya, maka kemungkinan besar akan mudah jatuh dlaam dosa. Pacaran tidak pernah di indentik dengan dosa tetapi harus harus selalu waspada agar dapat menjaga kesucian.

Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat bermanfaat dan mempermudah kita menemukan orang yang tepat.
< >

Definisi Dan Hakekat Cinta Serta Pacaran

Reaksi:
Cinta dan pacaran merupakan anugrah yang sangat berharga bagi manusia selama dia mampu menata dengan benar. Cinta dan pacaran bagaikan Hati dan Paru-paru yang bertugas sebagai mengarahkan dan bertugas sebagai organ pernafasan. Pertanyaannya? Siapa saja yang dapat mengalami cinta? Kapan cinta itu akan terjadi? Berikut ini kita akan membahas secara detail definisi dan hakekat cinta dan pacaran.

a. Cinta Dapat Terjadi Pada Siapa Saja
Cinta tidak mengenal usia, stasus, suku, ras, agama, bahkan jenis kelamin. Kadang kala kita juga sering menjumpain atau melihat ada banyak diantara wanita maupun pria mudah tertarik atau menikah dengan orang yang sudah memiliki keluarga. Bahkan sering kita membaca disurat kabar hubungan yang terlarang sering terjadi pada seorang wanita/pria yang nikah dengan saudara/sepupunya, bahkan nekad melakukan hubugan seks sebelum nikah. Maka cinta tidak pernah memandang sesuatu, semua dapat terjadi dalam hitungan detik.  Jadi, cinta dapat terjadi  pada siapa saja  dan tetap harus dikendalikan, sebab cinta bisa bersifat menghancurkan dan berbahaya.

b. Cinta Dapat Terjadi Kapan Saja
Seseorang bisa jatuh cinta dan tanpa ada unsur apapun, dengan kata lain seringkali orang yang sedang jatuh cinta tidak memiliki alasan dan membawa pemikiran yang tidak benar. Sekali pun kita tidak memiliki alasan untuk jatuh cinta minimal kita harus mendasari semuanya dengan kasih. Sehingga cinta yang kita peroleh dapat didasari dengan pemikiran-pemikiran yang realitis.

c. Perhatikan Dengan Siapa Kita Berteman
Disaat kita jatuh cinta tanpa menyadari bisa berteman dengan orang yang salah. Berhati-hati dengan teman yang mempunyai konspirasi buruk yang dapat menimbulkan berbagai macam-macam permasalahan. Karena disaat jatuh cinta kita sering cenderung  curhat/sharing dengan sembarang orang. Untuk itu, mereka bisa memberikan saran, ide, dan nasehat yang tidak benar. Maka diperlukan ketelitian dengan siapa kita akan curhat/sharing.

d. Cinta Dapat Menghalalkan Segala Cara
Dalam kehidupan kaum muda dimasa pacaran, cinta dapat  menghalalkan segala cara agar belahan hatinya mudah diluluhkan. Orang yang sedang jatuh cinta sering membuat akal sehatnya tidak berjalan. Sehingga sanggup dan nekad untuk melakukan apa saja. Baik itu dalam hal berbohong, berdusta, berbual, dan lain sebagainya.
CATATAN : Jatuh cinta bisa saja tetapi akal sehat harus tetap berjalan.

e. Dalam Cinta Harus Tegas
Secara naluri kita pasti sudah ngerti terhadap orang yang memberikan pengertian dan perasaannya buat kita. Dalam hal ini kita yang tidak bisa tegas, karena kita ingin selalu dikagumi. Sehingga kita sadari sering memberikan respon/harapan dan ahkirnya menjadi batu sandungan. Walaupun pada awalnya kita mempunyai niat baik agar tidak menyakiti atau mengecewakan namun ahkirnya bisa kena batunya sendiri, yang terpenting bukan untuk dikagumi melainkan menjadi berkat. Kita mengetahui laki-laki biasanya agresif mudah terlena dan terjatuh, sebab wanita sering memberikan berupa kode-kode seperti  : perkataannya , pakaiannya, dan gerakkannya yang mengarah kehal-hal tersebut. Kalau semua ini tidak dikendalikan, ahkirnya bisa melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Orang sering berkata bahwa pada saat pacaran sudah melakukan hubungan seks adalah sebuah kecelakaan. Tetapi, sebenarnya itu  bukan kecelakaan melainkan rancangan. Untuk itu, sudah jelas wanita harus tegas dan dapat mengendalikan orang yang ingin menghancurkan kehidupannya. Pria sering beralasan, semua dilakukan karena cinta. Perlu ketahui! Cinta itu ada 3 macam, yaitu :
  1. Agapao atau Agape, Cinta yang membangun,
  2. Phileo, Cinta kekeluargaan (Pribadi yang tidak terpisahkan),
  3. Eros, Mencintai untuk memiliki dan mendapatkan.
Jadi, semua orang bisa saja menyatakan cinta! Tetapi cinta yang mana? Wanita harus waspada dan selalu berhikmat, jika biasanya pria agresif maka dengan tegas saya katakan wanita yang menjadi pagar terahkir. Jangan pernah memberikan celah atau memancing kehal-hal yang tidak diinginkan.
"Sebagai pria harus bisa mengendalikan diri dan sebagai wanita harus punya ketegasan."Jangan mau menjadi pria/wainta yang lemah". Karena semakin wanita punya harga diri, sudah pasti pria akan menghormatinya. Di zaman sekarang kebanyakkan wanita yang sudah melakukan hubungan seks pra-nikah biasanya ditinggal kekasihnya. Kenapa? Dia menganggap wanita itu menjadi rendah, karena segampang itu mendapatkannya. Ahkirnya  banyak nyawa yang tidak berdosa harus dibunuh/digugurkan hanya untuk menutupi perbuatan-perbuatan mereka. Menyebabkan banyak kehidupan wanita yang sudah rusak tidak memiliki masa depan yang cerah sedangkan pria dengan mudah mengatakan " itu semuanya hanya kisah kehidupan dimasa lalu".

Definisi Dan Hakekat Pacaran
Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus mengetahui apa itu definisi pacaran? Pertanyaan ini kelihatan sederhana namun sangat sulit dijawab. Ada beragam jawaban untuk pertanyaan tersebut, namun kurang  tepat. Definisi  pacaran menurut saya adalah masa persiapan menuju pernikahan. Masa pacaran bukanlah masa coba-coba, bukan masa mencari teman, dan juga bukan keterpaksaan. Pacaran sebenarnya adalah masa dimana sedang mempersiapkan diri untuk menuju suatu tujuan, yaitu : PERNIKAHAN ! Beberapa hal yang harus kita pahami tentang definisi dan hakekat berpacaran.

a. Masa Pacaran Adalah Masa Perkenalan
Selama menjalani pacaran harus mengenal bermacam hal. Apa saja yang harus dikenal?
* kerohaniannya
Yang dimaksud dengan "rohnya" adalah mengetahui kadar kerohaniannya. Apakah pasang kita seiman dengan kita? Apakah agama bagi pasangan kita penting buatnya? Mengapa demikian! Karena kalau dia ber"Iman" berarti normanya sama dengan kita. Sebab gelap dan terang tidak akan pernah bersatu.
* Kejiwaannya
Ini pertanyaan yang penting! Apakah pacar kita memiliki jiwa yang sehat atau tidak? Kita mesti mengenal keadaan "Jiwa" pacar kita. Biasanya orang yang punya jiwanya sakit sangat mudah marah, tersinggung, pendendam, suka melakukan kekerasan, bahkan mudah frustasi. Dari hal ini perlu ditegaskan kenali pasanganmu sebaik-baiknya! Sebab orang yang demikian cenderung menyelesaikan masalahnya dengan mencari permasalahan baru.
* Tubuhnya
Mengenal tubuhnya disini bukan berarti perlu diraba, disentuh, atau dirangsang. Maksudnya adalah mengenalnya secara fisik. Apakah sepadan dengan kita atau tidak? Sepadan dalam hal apa saja? Sepadan dalam bentuk usia, pemikiran, berbicara, serta berdiskusi bisa nyambung. 

b. Masa Pacaran Adalah Masa Saling Berbagi Cerita
Dimasa pacaran akan dilewati dengan berbagai macam kisah. Disinilah masa saling mempelajari sitat-sifat, tingkah laku, kebiasaan, pandangan hidup, serta share and care. Berbagi cerita tentang apa? Bisa berupa pengalaman, teman, keluarga, kesedihan, kebahagiaan, bahkan truma dimasa lalu dan juga harapan-harapan dimasa mendatang. Makanya dibutuhkan komunikasi yang banyak agar dapat membuka topeng dan melihat  dengan jelas kepribadian masing-masing. sehingga yakin bisa hidup bersama dan menjalani semua aspek kehidupan.

CATATAN : Dengan seringnya berbagi cerita akan mempermudahkan ikatan hubungan diantara keduanya.

c. Masa Menuju Kedewasaan Dan Bertanggung-Jawab
Harus diakui pacaran dapat membuat seseorang menjadi dewasa dan bertanggung-jawab. Mengapa? Karena tidak lagi sibuk untuk mengurus diri sendri melainkan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Dengan adanya masa pacaran inilah membuat kadar kedewasaan dan bertanggung-jawab semakin bertumbuh.

d. Memiliki Kehidupan Sendiri
Disaat jatuh cinta akan memiliki pusat kehidupan tersendiri, sehingga mulainya mengepakkan sayap keluar dari lingkungan keluarga lalu masuk dalam kehidupan orang lain. Semua akan berubah dan mempunyai keinginan selalu bersama.

e. Persiapan Untuk Membangun Masa Depan
Masa pacaran adalah masa untuk memiliki rencana dan tujuan untuk masa depan. Dengan adanya hal ini, sudah jelas hubungan pacaran akan dibawa kemana. Masa pacaran bagaikan meletakkan batu demi batu untuk membangun pondasi. Itu semua tergantung pada bahan dan cara menyusunnya. Apakah pondasi itu akan menjadi kokoh, indah atau akan roboh.
f. Menjadikan Sosok Pribadi Yang Akan Dihargai
Disini mulainya menjalani tanggung-jawab tersendiri. Dan menjadikan sesosok pribadi yang sangat dihargai, sehingga segala  hal yang menyenangkan bukan lagi untuk diri-sendiri melainkan milik berdua dan mempersiapkan diri untuk membangun. Maka pacaran merupakan menuju atau menemukan teman yang sepadan. Dan segala sesuatu yang dikerjakan/dipersiapkan harus ada dalam perencanaan agar tidak putus ditengah jalan, serta adanya upaya untuk mempersiapkan sebuah kehidupan yang langgeng. Karena kurangnya mengenal karakter dan tabiat pasangan salah satu penyebab utama timbulnya kegagalan. Proses pacaran yang dijalani dengan bertanggung-jawab, matang, serta dewasa akan berdampak pada hal yang positif.

Perubahan Dalam Masa Pacaran
Apakah perubahan yang akan terjadi disaat seseorang jatuh cinta atau yang baru saja memulai berpacaran?
a. Dewasa
Secara otomatis seseorang akan terlihat dewasa saat menjelang atau memasuki masa pacaran. Walaupun usia masih mudah akan bertingkah seperti orang dewasa. Sehingga akan kelihatan dari cara bicara, berpakaian, tingkah laku, perbuatan, serta kebiasaan lainya.
b. Memisahkan Diri Dari Keluarga
Akan mulai selalu berpergian dengan pacar atau teman lainnya. Membuat kebiasaan tidak mau kumpul atau curhat dengan keluarga. Kebanyakkan menghabiskan waktu mengobrol bersama sang pujaan hati.

c. Tidak Ingin Diatur
Seringkali orang yang sudah memasuki masa pacaran merasa tegoran atau nasehat keluarga dan teman tidak ada artinya. Mereka bertanggapan bahwa mereka sudah dewasa dan tidak ingin diatur. Membuat kritik dan tegoran semuanya diabaikan.

d. Ingin Selalu Berduaan
Awalnya hanya dimulai dari berbicara atau berjalan bersama. Dan ahkirnya berlanjut dengan berpegangan tangan, berpelukkan, berciuman, hingga ahkirnya ingin menikmati kepuasan yang lebih. Bukankah ini sangat berbahaya! Kalau tidak dikendalikan bisa berlanjut kehubungan seksual dan bisa terjadinya kehamilan sebelum nikah. Semuanya ini terjadi karena adanya faktor keingginan selalu berduaan.

e. Memberikan Segalanya
Walaupun hakekat pacaran untuk membahagiakan pasangannya, bukan berarti harus memberikan segalanya. Tentu hal ini bisa menjadi kesalahan besar dalam mengartikannya. Apakah dengan memberikan segalanya dapat membahagiakan pacar? TIDAK! Karena itu hanya kesenangan semata, kalau tidak dihentikan akan berahkir dengan keputus-asaan, kekecewaan, serta penyesalan seumur hidup.

Faktor-Faktor Penghambat Dimasa Pacaran
Pacaran adalah masa untuk saling mengenal antara satu sama lainnya. Ada beberapa hal yang dapat menghambat perkenalan  tersebut. Apa saja faktornya?
1. Ketertutupan buat pasangan
Artinya dimasa pacaran adalah masa dimana kita saling mengenal satu dengan yang lain. Sehingga kita bisa saling mengerti baik itu berupa sifat, perbuatan, tingkah laku, dan segala aspek kehidupan. Karena Ketertutupan bisa menjadi penghambat dalam suatu hubungan.

2. Kemunafikkan
Sebab kemunafikkan akan dapat menghambat proses dimasa pacaran. Untuk itu, Lebih baik jujur dari pada mendatangkan masalah.

3. Saling Menghancurkan
Dengan kata lain jangan menjadi sesosok yang menuntut. Kalau tidak, cinta akan menjadi alat penghancur bahkan pasangan kita tidak menjadi sesosok pribadi yang utuh dan berharga, melainkan seorang yang harus bisa memenuhi segala keingginan kita. Maka cinta bukan mendewasakan kita tapi menghancurkan.

4. Tidak Memiliki Komitmen Yang Kuat

Cinta selalu disertai dengan komitmen yang kuat. Untuk apa? Agar saling mengerti, berbagi, dan membahagiakan pasangannya. Bukan tergantung pasa situasional melainkan disertai dengan pertimbangan secara logika, dewasa, stabil, dan bertahan. Sehingga mempunyai komitmen untuk tetap menjaga kesucian.

5. Tidak Sanggup Melewati Berbagai Masalah, Tantangan, dan Cobaan
Kebersamaan dalam menghadapi masalah akan menguatkan dan akan berdampak pada hal yang positif. Hubungan dapat rusak, jikakalau salah satu pasangan tidak ada yang mengalah. Dengan kata lain jangan pernah memiliki keegoisan sendiri.

6. Terlalu Cepat
Hal ini biasanya terjadi pada orang yang pernah patah hati. Karena pernah berpacaran terlalu lama setelah putus langsung ingin cepat menikah. Tapi juga bisa berupa trauma dengan masa lalu dan juga gara-gara faktor usia yang sudah terlalu tua. Untuk itu, jangan terlalu gegabah. Karena salah-slaah bisa mendapatkan "Kucing dalam karung".

7. Keegoisan 
Sifat keegoisan dalam berpacaran dapat menghancurkan hubungan itu secara langsung. Karena adanya sifat ingin menguasai, mementingkan diri sendiri, dan tidak saling memperdulikan sudah pasti hubungan itu mempermudah untuk diretakkan.

8. Pengalamaan Seks
Yang sudah terjatuh dalam hubungan seks membuat akal sehat tidak sejalan dan selalu berpikiran untuk kepuasan saja, sehingga mempunyai pandang berpikiran yang negativ. Iulah sebabnya seks adalah hal yang paling berbahaya. Hal ini perlu dibahas secara detail dan khusus. Karena adanya  orang-orang yang mengajarkan  seks itu adalah sebagian dari bunga-bunga masa pacaran. Bahkan negara lain membuat istilah yang buruk , mereka menyebutkan hubungan seks itu sebagai Making Love "ML". Ini adalah sesuatu yang sangat keliru dan salah. Mengapa? Karena terkesan " If we are in love, making love is our nature". Padahal menjelaskan bahwa hubungan seks merupakan hal yang dilakukan dalam sebuah pernikahan serta memliki komitmen. "Sex is not a part of love, but part of commitment". Karena seks itu adalah tanggung-jawab, seks bukan kenikmatan cinta. Seks itu adalah tanggung jawab dalam pernikahan. Saya berharap dengan uraian ini menjadi jelas secara Eksplisit ( TEGAS) dan secara Implisit (SAMAR) untuk menjelaskan seks adalah hal yang paling buruk dilakukan pada saat pacaran.
< >

Tips Mendapatkan Cinta Yang Sesungguhnya

Reaksi:
Berikut ini ada beberapa tips untuk mendapatkan cinta yang sesungguhnya, yaitu :
a. Dimulai Dengan Doa
Mungkin kelihatan aneh tetapi sebenarnya hubungan yang dimulai dengan doa sudah mengawali proses cinta dengan melibatkan Tuhan didalam segala aspek kehidupan. Dan kita akan yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik buat kita. Sehingga kita akan mengerti dan bertindak sebatas yang bisa dilakukan.

b. Gunakan Logika
Banyak diantara kaum muda mengatakan cinta itu buta. Sebenarnya cinta itu tidak buta melainkan cinta itu harus mengunakan logika/akal sehat. Sebab bisa sangat berbahaya kalau hanya dorongan perasaan semata. Untuk itu, cinta harus sejalan dengan logika. Cinta yang tanpa logika akan sangat mudah berubah menjadi nafsu memiliki dan menguasai. Sehingga membuat cinta semacam euoria ( rasa senang yang meluap-luap ) mengakibatkan cinta sesaat yang tidak bertahan lama. Dengan adanya logika/akal sehatlah membuat cinta tetap bertahan. Oleh karena itulah, perasaan dan logika harus sejalan agar bisa memunculkan cinta yang sesungguhnya

c. Biarkan Proses waktu berjalan
Lewat rentang waktu akan membuat cinta tidak akan bisa lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Berjalannya waktu akan menunjukkan jati diri dari hubungan yang ingin dibangun. Sehingga kita dapat mengetahui, apakah cinta itu hanya letupan sesaat atau benar-benar cinta yang sesungguhnya. Jadi, jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan tapi biarkan waktu yang menjawabnya.

d. Dengan Mempertahankan Segala Prinsip
Disaat jatuh cinta selalu memiliki dan taat dengan prinsip dalam segala situasi. Jangan sampai semuanya hanya berdasarkan perasaaan dan intuisi. Sehingga disaat jatuh cinta segala norma sopan santun diabaikan bahkan tidak menjaga kekudusan. Cinta yang sudah dimasuki dengan dosa dan hawa nafsu mustahil akan mendapat cinta yang sesungguhnya. Ingat satu hal! Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

e. Belajar Menghadapi Dan Menyelesaikan Masalah
Disaat jatuh cinta mulailah belajar menghadapi dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Proses dalam suatu hubungan  bukan hanya disaat semuanya berjalan dengan lancar, tapi disaat akan menghadapi masalah yang datang. Karena hal ini sangatlah penting sebagai bentuk pelajaran sebelum masuk kejenjang pernikahan. Sebab pernikahan bukanlah Live Happily Ever After melainkan kehidupan yang penuh dengan tantangan, masalah, ujian, serta cobaan yang akan dihadapi.

CATATAN : Kebersamaan dalam menghadapi masalah akan menguatkan, memberikan, dan berdampak posesif disebuah hubungan.

Hal sebaliknya juga bisa terjadi, masalah dalam sebuah hubungan dapat membuat berantakkan. Jika hal ini terjadi berarti kita harus introspeksi, apakah kita bersikap dewasa atau cinta ini pantas layak untuk dilanjutkan!

f. Konfirmasi Dengan Orang Yang Lebih Dewasa Dan Berpengalaman
Hal ini sangat jarang di dibahas dikehidupan kaum muda dimasa pacaran. Dengan tegas saya mengatakan bahwa orang yang mengkonfirmasi dari orang yang lebih dewasa/pengalaman sangatlah penting. Untuk apa? Agar untuk meyakinkan, apakah hubungan kita menjadi cinta atau tidak. Disaat kita jatuh cinta tidak bisa obyektif karena masih adanya saraf-saraf yang tidak berfungsi. Sehingga kita memerlukan orang yang lebih dewasa/pengalaman untuk memberikan solusi, saran, dan kritik buat hubungan kita.

Mengapa tidak kita pernah mendapatkan cinta yang sesungguhnya?
Sebelumnya kita sudah tahu tips-tips untuk mendapatkan cinta yang sesungguhnya tapi kenyataan tetap saja belum merasakanya. Untuk mencapai, merasakan, memiliki, dan mendapatkan perlu mempelajari dan mengulangi semua kesalahan agar dapat mencegah kegagalan. Ada beberapa yang dapat mempengharui hal tersebut!
a. Tidak Mengerti Arti Dari Kata Cinta
Ini memang ironi banyak orang memandang cinta itu secara naif, kesenangan sesaat, bahkan hanya daya tarik seksual yang menggiurkan. Padahal arti cinta itu jauh lebih mulia dari semuanya. Sebab cinta adalah anugerah Tuhan yang dimiliki setiap manusia secara bertanggung-jawab. Dengan adanya cinta Tuhan menginginkan manusia bisa merasakan keindahan, kebahagian, dan kasih sayang. Sayangnya banyak manusia mengartikan cinta sebagai " tempat untuk mendapatkan kepuasaan dan kesenangan " Padahal cinta itu seharusnya menjadi tempat untuk saling membangun dan menumbuhkan serta penuh dengan pengabdian. Dengan ketidak-mengertian inilah yang menyebabkan kebanyakkan dikaum muda gagal dimasa pacaran.

b. Tidak Bertanggung-Jawab
Cinta bukan hanya sekedar tertarik atau ingin mendapatkannya. Namun, cinta membutuhkan pertanggung-jawaban untuk kedewasaan dan visi-misi hidup yang jelas. Setelah kita jatuh cinta, kita harus memiliki pikiran apa yang akan dilakukan. Sebab cinta memiliki konsekuensi dengan kata lainmenyadari dan mengantispasi kedepan. What Next? Memastikan dan menyadari kalau kita tidak akan gagal dalam hal ini. Sehingga tidak mendapatkan perasaan euforia sesaat karena telah berhasil mendapatkan atau memiliki orang yang kita inginkan.

c. Terbuai Dengan Romantika Dan Pengalaman Seksual
Dampak dari perkembangan dunia media, sering terjadi distorasi dalam pemahaman tentang cinta. Sering kita lihat ditayangan televisi, Film, maupun artikel dimajalah, bahkan buku-buku kebanyakkan mengambarkan jatuh cinta sebagai pengalaman yang membawa pada seksual. Jelas hal ini menyesatkan. Kenapa? Karena romantika dan seks sebagai pengikat sebuah pernikahan dan bukan bumbu-bumbu cinta. Untuk itu, pentingnya bagi kita yang sedang jatuh cinta tidak terpengaruh dengan berbagai gaya " hidup bebas" yang diidentik seperti pelukkan, ciuman, bahkan hubungan seksual dengan mengikuti gaya hidup modern. 

Pertanyaannya, apakah perlu romantisme/romantika dimasa pacaran dengan duduk berdua ditepi danau/pantai sambil berpelukan?

Jawaban saya : Tidak Perlu ! Romantika/romantisme hanya diperlukan untuk menghangatkan sebuah pernikahan dan bukan bumbu-bumbu dimasa pacaran. Sebab dimasa pacaran romantika/romantisme cenderung "membutakan" pasangannya. Cinta yang dibutuhkan dimasa pacaran adalah cinta yang bertanggung-jawab bukan BLIND LOVE ( cinta buta ).

d. Tidak Memiliki Iman
Kecenderungan yang meresahkan banyak kaum muda dengan tidak menjadikan cinta sebagai suatu kepercayaan. Artinya mereka beranggapan bahwa " Wilayah " otonom dimana Tuhan tidak boleh bercampur tangan. Jelas ini salah besar! Justru disaat kita jatuh cinta harus menghubungkan dengan kepercayaan agar tidak menjadi liar dan bebas. Sehingga kita bisa memperoleh hubungan yang sehat, positif, dan konstruktif.
< >

Cinta Yang Sesungguhnya

Reaksi:
Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang diupayakan agar bisa terelisasi, bahkan dibutuhkan kerja keras agar tidak lepas dari tuntunan dan tanggung-jawab. Cinta yang sebenarnya memiliki seni tersendiri, yaitu Semakin sulit didapatkan maka kwalitasnya sangat berharga! Dibagian ini akan dibahas secara detail tentang berbagai hal yang berkaitan dengan cinta yang sesungguhnya. Mulai dari apa saja dikatakan psikolog sampai mengapa ada orang yang tidak mendapatkan cinta yang sesungguhnya.

Jenis-Jenis Cinta
Secara lebih spesifik, ada beberapa jenis cinta yang perlu diketahui, antara lain :
a. True Love
Cinta ini memberikan dampak yang positif dalam kehidupan seseorang, seperti :
  • Dia akan selalu merasa bahagia,
  • Memberikan semangat dan motivasi,
  • Sukses dalam berkarir,dan
  • Terdorong memiliki inspirasi untuk kemasa depan.
Makanya, jenis cinta ini selalu berahkir dengan kebahagiaan.
b. False Love
Jenis cinta ini selalu memberikan dampak yang negativ dalam kehidupan seseorang, antara lain :
  • Tidak memiliki prinsip,
  • Selalu berada dalam dosa ( Penipu, pembohong, dan haus berzinah karena cinta),
  • Tidak memiliki semangat hidup,
  • Malas melakukan kegiatan apapun, dan
  • Mempunyai masa depan yang suram.
Makanya, jenis cinta ini selalu berahkir dengan kehancuran.
c. Captive Love
Kehidupan yang selalu mengkekang sehingga tidak ada hal yang dipikirkan dan dikerjakan kecuali seks pra-nikah. Biasanya jenis cinta ini berahkir dengan hawa nafsu dan kekecewaan.

Pandangan Tentang Cinta Yang Sebenarnya
Dengan pengertian kata cinta akan memberikan pandangan kebanyak hal sehingga kita bisa mengerti apa itu cinta yang sebenarnya. Ada beberapa pandangan tentang cinta yang sebenarnya, yaitu :
a. Cinta Yang Sebenarnya Hanya Ada Dalam Tuhan
Yang dimaksud disini sebagian dari apa yang disebut pakar Theologia sebagai " Tritunggal ", cinta yang sebenarnya hanya dimiliki Yesus Kristus. Tetapi betapa mengherankan! Meskipun diri-Nya sederajat dengan Allah Bapa, Yesus memilih untuk menjadi manusia seperti kita. Dengan mengalami kematian untuk menjalani hukuman yang seharusnya menimpa kita semua.
b. Jangan Membangkitkan Cinta Yang Sebelum Waktunya
Cinta yang sebenarnya bukan diawalnya terpesona dan ahkirnya membosankan. Cinta yang didasari dengan adanya hal negativ dapat membangkitkan cinta yang sebelum waktunya dan sangat mudah menuju dosa.
c. Cinta Harus Berhati-hati
Untuk menciptakan cinta yang murni, kita harus memiliki sikap berhati-hati. Setiap gerakkan dan bahasa tubuh akan menunjukkan kehal yang penuh dengan resiko dan pengalaman dalam berpacaran tidak mengarahkan kepenyesalan.
d. Cinta Harus Tegas 
Dengan adanya ketegasan dalam berhubungan sudah pasti akan menghasilkan hubungan yang baik
e. Cinta Adalah Tanggung-Jawab
Kaum muda yang sedang jatuh cinta harus menanamkan sikap bertanggung-jawab. Dengan berarti sudah diberikan kepercayaan untuk menjaga dan melindungi pasangannya.
f. Cinta Dapat Membawa Hukuman
Kesalahan dalam berpacaran akan mendatang masalah dan membuat cinta itu akan membawa hukuman tersendiri. Dengan adanya keingginan sesaat cinta itu akan menghasilkan hubungan yang rusak.
g. Cinta Kuat Seperti Maut
Cinta bagaikan luapan api yang menyala-nyala. Seseorang yang sudah dilanda asmara dapat melakukan hal-hal yang tidak masuk akal atau diluar akal sehat. Sekalipun orang memberikan segala hartanya namun cinta dapat merelakan nyawanya sendiri.
h. Cinta Adalah Kasih
Cinta memliki sifat dasar yaitu kasih. Dengan adanya kasih maka setiap hubungan itu akan menghasilkan hubungan yang murni. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan :  
  1. Kasih itu sabar, Cinta yang bersabar akan berdampak pada yang positiv dan memberikan pengertian dalam hal untuk menahan diri. 
  2. Kasih Itu Murah Hati, Segala perbuatan dan tindakan dinyatakan dengan penuh pertimbangan. 
  3. Tidak Cemburu, Cinta tidak memiliki kedengkian, kebencian, iri hati, dan ingin menguasai.
  4. Tidak Memegahkan Diri, Cinta tidak pernah menyombongkan diri, membanggakan diri sendiri, dan tidak membuat cerita yang tidak ada ( membual ).
  5. Tidak Sombong, Cinta tidak pernah melakukan hal yang tidak sopan dan mencari keuntungan sendiri. Sebab cinta itu sendiri tidak didasari dengan sifat pemarah, congak, angkuh, dan membusungkan dada. Tetapi, cinta akan melakukan perbuatan yang mengandung/berisikan kebaikkan. Sehingga dapat mengubah kejahatan menjadi kebaikkan.
  6. Tidak Mencari Keuntungan Sendiri, Artinya cinta tidak mencari kebahagian untuk diri sendiri, melukai, dan merugikan orang lain.
  7. Tidak Pemarah, Walaupun lidah tidak bertulang, tetap saja harus dijaga. Dalam hal ini cinta tidak memiliki sifat yang dapat membakar dan membangkitkan kemarahan.
  8. Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, cinta tidak memiliki sifat curiga dan tidak menanamkan dendam dihati. Tapi, bersabar dalam menghadapi masalah.
  9. Cinta Tidak Bahagia Dengan Ketidak-adilan, Cinta selalu mengutamakan kejujuran dan tidak senang jika orang lain mengalami kegagalan. Sebab cinta selalu bahagia didalam kebenaran dan menutupi segala sesuatu.
  10. Kasih Menutupi Segalanya, Artinya cinta tidak akan menceritakan, menjelekkan, menyimpan, dan menghina orang lain. Karena cinta menghargai, menaruh kepercayaan, memberikan pengharapan yang sangat teguh untuk masa depan. Sebab cinta sanggup menanggung/menopang segala sesuatu. Sehingga tidak menyerah, kalah dalam percobaan, tetap berdiri teguh, dan berjuang dalam keadaan apa pun.

    Ciri-Ciri Cinta Yang Sesungguhnya
    Setelah mengetahui aspek cinta yang sesungguhnya. Selanjutnya kita harus perlu mengetahui ciri-cirinya. Hal ini penting untuk diperhatikan agar bisa melihat perbedaan cinta apa tidak!
a. Sejalan Dengan Firman Tuhan
Mungkin kita pikirkan dunia yang sudah semakin canggih dan teknologi semakin maju, apa tidak salah kalau segalanya mesti sejalan dengan Firman Tuhan? Apa kata dunia? Dalam hal apa saja kita harus sejalan dengan Firman Tuhan?
1. Mempersiapkan Masa Depan
Cinta akan selalu mengarahkan kehidupan kemasa depan, sehingga mengantisipasi, mempersiapkan, dan menata dengan baik agar dapat meraih sukses dalam berkarir dan segala bentuk aspek kehidupan. Ini berarti cinta bersifat dinamis yang bergerak untuk menyambut masa depan dengan didasari keyakinan bahwa Tuhan menyediakan pengharapan dan berorentasi kemasa depan.
2. Mendewasakan Diri
Orang yang sudah terlibat dengan cinta membuat semakin dewasa. Sehingga tidak kecenderungan memiliki sifat kekanak-kanakkan dan egois, yang sering dengan sebutan " Cinta Monyet ". Jadi, seseorang yang mengalami cinta akan menjadi sosok yang matang dan dewasa sekaligus seseorang yang menghargai segala aspek kehidupan secara bertanggung-jawab.
3. Semakin Mendekat Pada Tuhan
Cinta juga harus bisa membuat pasangannya terlibat dan dekat kepada Tuhan. Dengan semakin dekat dengan Tuhan, sudah pasti mereka akan saling menjaga kesucian dan kebenaran yang berkenan dihadapan Tuhan. Untuk kalian yang sedang jatuh cinta sebaiknya mencari pasangan yang seiman agar dengan sendirinya pasanganmu bisa menjadi penolong yang sepadan buat dirimu! Intinya cinta harus selalu membuat para pelakunya menjadi " God Oriented " bukan " Self Oriented ". Karena cinta yang tidak bisa membawa pasangannya semakin mendekat dengan Tuhan, maka dengan tegas saya katakan itu bukan cinta.

b. Biarkan Waktu Dan Doa Mengujinya
Saat jatuh cinta kejadian itu bisa bersifat spontan, tiba-tiba, mendadak, dan tanpa rekayasa. Agar pengalaman jatuh cinta menjadi suatu komitmen dan menghasilkan cinta yang sesungguhnya hal itu membutuhkan proses. Dan yang namanya proses pasti membutuhkan waktu yang panjang. Kita harus mengetahui bahwa waktu adalah parameter yang sudah teruji. Mengapa? Karena dengan berjalannya waktu akan membuat kita bisa memahami sifat dan karakternya. Dan juga semakin bisa mempelajari kelebihan dan kekurangan serta belajar mengadapi masalah bersama.


CATATAN : Segala sesuatu yang teruji lewat renang waktu akan terbukti kemurniannya, sementara jika bukan akan menjadi tawar dan samar.

Selain itu, doa juga menjadi kunci untuk menguji ketulusan dan kemurnian. Melalui pergumulan doa yang panjang dan sungguh-sungguh dapat mengetahui, apakah cinta yang sedang dijalani masuk kategori cinta atau tidak. Dalam hal ini kita harus jujur dan taat.

c. Tidak Saling Menghancurkan
Sewaktu kita pacaran seringkali menjadi sosok yang penuntut? Menuntut perhatian yang lebih, kasih sayang yang lebih, bahkan menuntut untuk melakukan hubungan seks pra-nikah. Dengan adanya tuntutan itu membuat pasangannya menjadi penipu. Cinta sudah berubah menjadi alat penghancur dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Sehingga menyebabkan pasangannya tidak dihargai sebagai sosok pribadai yang utuh dan berharga melainkan seorang yang harus memenuhi segala keingginannya. Cinta bukan lagi mendewasakan dan menumbuhkan tapi menghancurkan.


d. Memiliki komitmen Yang Kuat
Cinta selalu ditandai dan disertai dengan tanggung-jawab dan komitmen yang kuat. Baik itu berupa cinta monyet, cinta lokasi, cinta terjebak, atau backstreet! Komitmen untuk apa? Untuk saling membahagiakan dan menyenangkan pasangannya, baik itu dalam kebahagiaan dan kesedihan, komitmen yang salaing berbagi, menghargai, setia, dan komitmen tetap menjaga kesucian. Maka disini letak keistimewaan cinta itu sendiri dengan tidak bergantung pada situasional. Serta komitmen secara pertimbangan yang matang dengan diikuti sifat yang stabil dan bertahan secara  dewasa.


e. Mampu Menghadapi Tantangan dan Cobaan
Tanpa melewati berbagai cobaan dan tantangan maka belum bisa diklaim dengan sebutan cinta. Hubungan yang telah teruji dan berhasil melewati berbagai macam tantangan dan cobaan akan mendapatkan nilai tersendiri. Sebab hubungan yang tidak mampu menghadapi tantangan dan cobaan bisa menghancurkan dan  putus ditengah jalan.
< >

Problema, Sebab dan Akibat Dari Putus Cinta

Reaksi:
Putus adalah kalimat yang paling mengerikan dan ditakuti oleh sebagian orang yang mengalami masa berpacaran. Apalagi itu termasuk dalam kategori cinta pertama. Walau bagaimana pun intinya kita tidak dapat membantah atau pun mengelakkan dengan persoalan ini. Menganggapi hal ini pacaran bukanlah pernikahan, berpacaran bukanlah pertunangan melainkan pengenalan satu sama lainnya. Tanpa disadari hanya karena persoalan sepele, kita bisa saja menghadapi kata putus. Untuk itu kita perlu intropesksi diri :
  1. Jangan Memiliki sifat pembosan
  2. Jangan Terlalu Perfeksionis
  3. Tidak Dapat menerima kekurangan orang lain
  4. Tidak mau memaafkan kesalahan orang.

Berpacaran yang tidak cocok sebaiknya harus diahkiri, mengapa demikian? Karena cinta tidak boleh dipaksakan yang tidak sesuai dengan keingginan hati. Secara sederhana kita tidak merasakan adanya kegetaran akan cinta. Mengapa bisa terjadi pacaran? Karena dari awal kita terlalu memaksakan keingginan sendiri, itulah sebabnya kita harus waspada didalam tahap pertemanan sampai dengan tahap pendekatan.

Apakah kita pernah mengunakan cara  " suka dan tertarik " yang artinya begitu berkenalan beberapa hari kemudian langsung melakukan penembakkan " I Love U " ( main sambar saja )!!! Itulah salah satu penyebab akan kegagalan dimasa berpacaran sekali pun sudah terikat dalam suatu hubungan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kita sering putus cinta, antara lain :
  • Keseringan mengalami kekerasan yang sudah tidak dapat diubah lagi,
  • Terjadinya kebohongan dimasa pacaran,
  • Tidak setia disaat godaan yang datang dan ahkirnya pindah kelain hati,
  • Pola berpikir yang tidak sama dan sering menimbulkan konflik yang tidak dapat diselesaikan,
  • Karakter dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak dapat ditinggalkan lagi, kalau mengalami hal ini ingatlah jangan sampai dibawa dalam pernikahan. Karena pernikahan tidak dapat mengubah karakter pasangan,
  • Dengan adanya pengaruh dari keluarga yang tidak menyetujui atau dilarang orang tua,
  • Adanya kecenderungan untuk menjatuhkan, menjauhkan dari Tuhan, menghambat menuju masa depan, dan selalu mengingginkan hubungan seks pra-nikah,

CATATAN : Tidak semua keributan dimasa pacaran harus diakhiri dengan putus cinta. Dan juga tidak semua masalah dimasa pacaran adalah tanda dari tidak kecocokkan.Keributan dan pertengkaran dimasa pacaran adalah untuk menguji kedewasaan dalam menghadapai masalah. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan kecuali kita tidak berani menghadapinya.

Cara Orang Putus Cinta
Dalam kehidupan anak muda sekarang ada beberapa cara dalam putus cinta :
 * Pengecut
Penjelasan dalam ini adalah putus yang tidak jelas dengan cara tiba-tiba menjauh. Cara ini benar-benar sangat menyakitkan dan tidak bertanggung jawab. Ini sering dialami pasangan yang sudah melakukan hubungan seks pra-nikah.Pasangannya akan pergi dan tidak akan bertanggung jawab akan perbuatannya

* Sms
Banyak diantara kaum muda memilih untuk memutuskan pacar melalui sms. Cara ini sama juga dengan pengecut dan pecundang.

* Mencari-cari Permasalahan
Dengan adanya masalah akan menimbulkan pertengkaran yang dibawa sampai dengan memaki, membentak, sambil meneriakkan hubungan sudah berakhir. Saya menginggatkan jangan mengunakan cara ini, karena keputusan dalam hidup tidak boleh dalam situasi emosi.

* Menyakiti / Selingkuh
Melakukan perbuatan-perbuatan yang menyakiti pasangan dengan berkencan dengan orang lain dihadapan pasangannya. Biasanya ini akan menyampaikan pesan, kalau dia sudah punya pasangan yang lain.

* Menitipkan Pesan Keorang Lain
Teman kadang menjadi tempat yang cocok dijadikan sebagai alat perantara untuk menyampaikan kata putus. Ini biasanya dilakukan dikalangan orang yang termasuk tipe pecundang yang hanya berani memberitahukan kalau dia sudah tidak ada hubungan dan tidak memiliki perasaan mencintai pasangannya.

* Dengan Berterus Terang
Inilah cara yang sangat tepat, kita harus memberikan dulu apa alasannya kita harus mengahkiri hubungan dengan menenangkan diri serta meredamkan emosi. Setelah dengan yakin dengan keputusan harus dibicarakan secara terbuka, terperinci, dan dewasa. Keputusan yang sudah diambil usahakan kembali dalam persahabatan. Setelah itu kuburlah semua memori dan jangan saling membongkar rahasia-rahasia yang sudah dijalani. Dengan mengambil kesimpulan karena cinta tidak harus memiliki, melainkan belum jodoh !!!

Cara Menghadapi Putus Cinta
Sekalipun menyedihkan ada kalanya cinta tidak dapat dipertahankan juga. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan :
  1. Introspeksi diri dan menganalisa penyebab kegagalan tersebut. Sebab tidak ada manusia yang sempurna. Untuk itu, diperlukan mempelajari lagi kekurangan dan kesalahan kita dalam hal yang creativ, positif, dan konstruksif.
  2. Lebih baik " sakit hati " dari sekarang dari pada rusak dikemudian hari bila dilanjutkan kembali.
  3. Singkirkan segala kenangan yang dapat membuat kita terus menginggat dia dalam hal kita kita membencinya. Sebab melupakan kenangan tidaklah mudah dilakukan, kecuali kita ada niat untuk melakukannya, singkirkan lagu yang bersuasana mengingat dan cari lagu yang bersuasana semangat dan menghibur.
  4. Banyak diantara kita akan bersedih dan depersi karena diputuskan oleh pacar. Dengan berjalannya waktu, maka luka hati akan berkurang dan hilang. Biarkan waktu dan hanya waktu yang dapat menghapus dan menyadari kita.
  5. Bersihkan hati dari hal-hal yang negatif. Jangan sampai menyimpan rasa trauma yang terlalu lama.
  6. Jangan mengeluarkan kata-kata yang merendahkan seseorang seperti : cewek materalitis atau laki yang tidak setia.Dll
  7. Belajarlah dari pengalaman agar tidak melakukan kesalahan yang sama agar tidak jatuh pada lubang yang sama.
  8. Fokuskan diri kita pada hal-hal yang bersifat creativ, positif, dan konstruksif.
  9. Setelah hati kita nyaman dan semua proses waktu sudah berjalan, carilah pasangan yang sesuai dan berkenan dihadapan Tuhan
Apapun yang terjadi dalam masa pacaran semua itu bukan karena ketidakcocokkan melainkan untuk mendewasakan kita kepada hal yang positif. Jangan pernah takut akan kegagalan dalam berpacaran, tetapi takutkan kalau kita akan mendapat pasangan yang salah. Semoga ini dapat membantu teman-teman yang sedang dilanda putus cinta.
< >