Derita dalam dunia

Reaksi:
warta ini hari,
tak berbeda,
tiada kunjung melega,
bahkan berlari,
jauhi beranda,
bahagia duniawi.

tepi-tepi kubur ramai,
dipenuhi panjang antri,
desak-desak,
dengan lebam membengkak.

rantai-rantai kenyataan,
terbelit mesra pada urat2 syaraf.

pesta masih berlangsung,
walau titian hidup sampai di penghujung,
tentu tidak disini,
jelas ditengah sana,
tengah-tengah lumpur hedon.

gagak juga burung2 nazar,
mungkin kan segera berpesta,
tentu,disini,
kelak disana,
disini lebih dulu,

hingar ,
gelak para babi berdasi,
tingkahi badut2 betina berkilau palsu.

tunggu...,
ampas hidangan ,
hangat terhidang,
menyeraki istana-istana kristal,
mungkin dapat jadi peneman kubur kita.


bakar,
dan ini hari memanas,
betapa gedung yang kekar,
lenyap tak berbekas.

hingar,
selayak gagak dan nazar,
betapa gelak para kurcaca,
betapa kurcaci menjerit duka.

dunia dalam derita,
bakar saja hingga rata,
hingga duka kurcaci tak berbekas,
hingga tawa kurcaca tiada jelas !! 
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar