Kebahagiaan dan Kesedihan Di Masa Pacaran

Reaksi:
Selama pacaran akan banyak kisah-kisah yang akan dialami. Kadang ada cinta dimulai dengan kebahagiaan namun berahkir dengan kesedihan. Dimasa pacaran hal yang paling berharga adalah tertawa, namun kesedihan adalah hal yang paling menyakitkan. Berbagai macam suasana hati yang dialami seseorang disaat pacaran, baik itu merupakan hal yang positif maupun secara negativ.

Kebahagiaan Di Masa Pacaran
Semua orang pastinya meninginkan kebahagiaan semasa pacaran. Untuk itu, kita haru tahu apa saja dan bagimana kita bisa mendapatkan pasangan yang akan membuat kita bahagia. Ini ada beberapa tips untuk kita.

a. Mencari Pasang Yang Tepat
Inilah hal yang penting dan sesuai dalam menentukan kita bahagia atau tidak dimasa pacaran. Dimasa pacaran bukan berarti tidak ada masalah yang akan didapatkan, tetapi pacaran yang akan menghasilkan hubungan yang cukup lama dan akan sampai memasuki kejenjang pernikahan yang bersifat positif. Banyak orang mencari pasangan yang sempurna agar mereka tidak sering putus cinta atau berganti-ganti pacar. Kalau kalian termasuk dalam kategori ini, maka pola pikir dan target untuk mencari pasangan tepat dan sempurna.

b. Mampu Mempertahankan, Kebenaran, Pertanggungjawab, Dan Menjaga Kesucian
Mempertahankan yang dari hal diatas sewaktu dimasa pacaran adalah hal yang paling indah dan sangat berharga dengan saling mencintai dan menjaga dalam kesucian. Tetapi, bagaimana jika pasangan kita mendesak, marah, dan bahkan mengancam untuk putus? Forget It !!! karena itu lebih baik terjadi dari pada menyesal dikemudian hari. Karena disaat dosa telah masuk didalam hubungan pacaran, baik itu berupa kehamilan sebelum nikah, aborsi, dll. Dan akan mengakibatkan pasangan kita tidak akan menghargai dan akan mencurigai kita terus menerus, gitu juga dengan orang lain.

CATATAN : Menjaga kebenaran dan kesucian itu merupakan kebanggaan tersendiri yang tiada nilainya.

c. Menjadikan Makin Maju Dan Sukses
Setelah berpacaran yang saling menjaga dan menghargai akan berdampak ke hal yang positif baik itu disaat sekolah, kuliah, maupun bisnis dan karier. Bukankah ini sangat mengembirakan, bahkan tadinya orang tua atau keluarga tidak setuju tetapi setelah melihat perubahan akan terlihat senang.

d. Membuat Kita Menjadi Semakin Dewasa
Dimasa pacaran menjadi lebih bertanggung jawab dan ada kemajuan yang didapatkan.

e. Menjaga Hubungan Sampai Ke Pernikahan Dan Membangun Keluarga Bahagia
Alangkah senangnya bisa mengakhiri masa pacaran sampai ke jenjang pernikahan dan membangun keluarga yang bahagia dan diberkati. Cinta pertama yang sangat berkesan dan cinta yang terahkir menjadi paling bahagia.

Kesedihan Di Masa Pacaran
Jarang dimasa pacaran harus diahkiri dengan kebahagiaan, karena kita tidak mengetahui apa saja kendala disaat kita mengalami kegagalan dimasa berpacaran.

a. Mendapatkan Pasang Yang Salah
Alangkah sedihnya setelah sempat pacaran selama setahun atau dua tahun ternyata mendapat pasangan yang salah. Karena itu bisa berupa tidak dewasa, sexual minded, suka memukul, dll. Sehingga membuat tidak sejalan dan sepikir lagi yang ahklirnya harus berpisah. Bukankah ini sangat membuat malu pada keluarga dan teman-teman, tetapi ini lebih baik dari pada harus menyesal seumur hidup dibawah kekuasaannya.

b. Tidak Mampu Menjaga Kebenaran Dan Kesucian
Kebalikan dari hal yang disebutkan dalam kebahagiaan dimasa pacaran, disini kita akan mengalami kesedihan yang mendalam, kecewa, putus asa, dan penyesalan seumur hidup. Untuk itu, sekalipun cinta kita besar tetapi kalau kita sudah melangkah terlalu jauh kedalamnya maka kekecewaan serta penyesalan tetap tidak dapat mengembalikan kesucian yang telah hilang.

c Semakin Hancur Dalam Prestasi dan Kehidupan
Tanpa kita sadari kita tidak akan memiliki bakat didalam hidup ini. Semua orang akan menggangap kita tidak berarti dan menjadi sampah-sampah masyarakat. Dan akan berdampak ke hal yang negativ serta memiliki sifat yang kasar. Tentu akan membawa kekecewaan dan penderitaan seumur hidup terutama bagi seorang wanita yang telah melakukan seks pra-nikah. Dunia boleh semakin modren dan teknologi menjadi semakin canggih, serta segala kecukupan yang berlebihan. Tetapi, mayoritas pria akan lebih memilih gadis yang masih suci sebagai calon istrinya. Karena itu bagi wanita jagalah kesucianmu agar tidak menyebabkan penyesalan seumur hidupmu. Setiap kita melalui masa pacaran tetap ada batasan dan rambu-rambunya.

Ada banyak orang yang berpendapat, bukankah kita telah jatuh dalam dosa untuk apa mengambil pusing? Mau berpelukan, berciuman, atau berhubungan seks itu terserah saya karena kita akan menikah? Tetapi ingat, pernikahan tidak menghapus dosa hubungan seks pra-nikah. karena itu adalah dosa perzinahan

Cara Mendapatkan Kebahagiaan Masa Pacaran
Kita harus tahu bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan sewaktu pacaran dan bukan mendatang kesedihan.

a. Jangan Mudah Jatuh Cinta
kalau hanya sekedar suka tidak apa-apa, kita perlu bersabar dan meneliti lebih jauh secara obyektif. Serta jangan lupa berdoa dan menunggu waktu yang tepat. Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya akan mendatang kepastian. Pastikan kalau dia memang pasangan terahkirmu dan selalu didalam menjagamu.

b. Jangan Sampai Menguasai Seseorang
Sering kita jumpain baru dalam masa pacaran sudah mengendalikan kehidupan pasangannya dan sudah  mempunyai sebutan khusus yaiut papa dan mama padahal belum menikah. Ingat satu hal, karena itu dapat menyebabkan kita akan melangkah terlalu jauh, walau pun hanya sekedar sebuatan akan menyebabkan hal yang luar biasa dan merusak citra diri sendiri. Bersabarlah dan simpan semua hal itu dan tunggu sampai memasuki pernikahan.

c. Kenali Pasang Dengan Baik
Sebaiknya punya prinsip disaat berpacaran yaitu buka mata dan telinga. Tapi setelah menikah, tutup mata dan telinga. Kenalilah dia sebaik-baiknya dan kita juga harus tetap waspada ketika akan terjadi sesuatu. Untuk itu, kaum wanita kamu harus selalu paham akan kondisi dan membaca setiap pergerakkan pasanganmu. Karena dimasa pacaran harus saling membangun dan bukan menjatuhkan. Serta tetap menjadikan kasih landasan dalam berpacaran, sehingga jika ada masalah pun bisa menjadi sumber kebahagiaan. Kita telah mengetahui kebahagiaan dan kesedihan yang mungkin terjadi dalam masa pacaran serta cara kita memperoleh kebahagiaan.

CATATAN : Lakukan pilihan yang tepat, bertindaklah dengan tepat, dan tempatkan Tuhan dimasa pacaran.

Ketika seseorang mendapat pasangan yang benar maka dia mencapai nilai yang tertinggi dalam hal kebahagiaan. Jadi, dalam masa pacaran ada dua kata yang sangat penting, yaitu : " membangun " dan " berguna ". Di masa pacaran bukan sekedar boleh apa tidak tetapi harus penuh dengan pertimbangan. Apakah itu berguna atau itu untuk membangun ! Sehingga memiliki tujuan dan tetap memgang komitmen yang jelas. Untuk itu, harus saling menopang dan membangun serta  menghadapi masalah bersama-sama. Disaat inilah banyak di perlukan berkomunikasi dan sharing untuk membangun hubungan yang lebih baik sehingga apa saja yang dilakukan akan berjalan sesuai jalannya.


Ciri-Ciri Berpacaran Yang Salah
Pasti kita tidak ingin terjebak dalam berpacaran dan takut akan menikmati racun didalam berpacaran. Untuk itu, koreksi lagi pacarmu agar tidak terjadi sesuatu pada diri kita. Ini ada beberapa kateria ayng perlu kita ingat :

a. Berpacaran Dengan Orang Yang Tidak Tepat
Apapun alasannya, kalau kita berpacaran dengan orang yang tidak tepat tetap saja itu salah. Kegagalan akan selalu bertepuk tangan jika kalian berpacaran dengan orang yang tidak tepat. karena akan bisa menghancurkan kehidupan dan merusak masa depan. Pacaran dengan orang yang tidak tepat adalah awal dari banyak penderitaan. Sehingga pada prinsipnya, pacaran dengan orang yang tidak sesuai dengan kita kalau dilanjutkan kepernikahan akan mendatangkan penderitaan dan penyesalan seumur hidup.

b. Berpacaran Dengan Melakukan Hubungan Seks
Banyak diantara kita pernah berkata, bahwa hanya sebatas " ciuman " dan " pegang-pegangan " itu hal yang wajar saja. Ingat, inilah awal dari segalanya. Kalau pria dan wanita tidak tegas dan berkomitmen untuk menolak hal ini berarti akan terus menerus dilingkaran cinta nafsu. Sehingga akan terjadi seks-pra nikah dan jika sudah terjadi hubugan seks sekali, maka bisa dipastikan akan terjadi lagi. Ini semua dimulai dari saling berciuman, saling merangsang dan ahkirnya melakukan hubungan yang belum layak untuk dilakukan dikalangan anak muda.
CATATAN : Yang dapat mengendalikan, membangkitkan, dan mengerakkan itu semua hanyalah diri kita sendiri. 

c. Berpacaran Dengan Orang Yang Tidak Mencintai
Banyak orang yang berpacaran hanyalah stasus saja. dan banyak juga diantaranya karena dijodohkan oleh orang tuanya. Perlu  ditegaskan bahwa ini gaya pacaran yang salah, karena cinta harus saling mencintai dan saling mengasihi. Karena cinta tidak bisa bertepuk sebelah tangan kita harus tahu dan yakin kalau dia juga mencintai kita.
 

d. Berpacaran Dengan Orang Yang Tidak Membangun
Kadang disaat kita berpacaran dengan orang yang tidak membangun dapat menganggu perkerjaan, kegiatan-kegiatan, dan juga masa depan, maka harus ditegaskan untuk memutuskan pacar tersebut. Kalau cinta tidak dapat membangun dan memberikan kemajuan berarti itu berpacaran yang salah.


e. Berpacaran Dengan Memakai Kekerasan, Pengancaman, Dan Menyakiti
Dimasa pacaran yang telah diwarnai dengan kekerasan, pengancaman, dan menyakiti baik itu berupa fisik maupun batin sebaiknya segera di tinggalkan saja ! Karena dengan kekerasan, pengancaman, dan menyakiti itu akan terbawa sampai membentuk kehidupan berumah tangga kelak.

f. Berpacaran Tanpa Didasari Keseriusan Dan Berkomitmen
Cinta yang tidak didasari dengan berkomitmen dan keseriusan sudah pasti merupakan kesalahan dari salah memilih pasangan. Untuk itu, perlu di tegaskan ! kita harus intropeksi kembali hubungan itu dari pada akan terombang-ambing tanpa hubungan yang tidak jelas.

g. Berpacaran Dengan Orang Yang Sudah Menikah
Mengapa saya perlu menuliskan hal ini? Karena dizaman yang serba canggih ini banyak diantara anak muda lebih memilih berpacaran dengan orang yang sudah menikah atau dengan orang yang sudah terikat didalam sebuah pernikahan. Apa yang menyebabkan demikian, karena mereka menggangap pria yang sudah menikah terlihat dewasa, matang, mapan, pengertian, dan bisa melindungi. Tetapi ingatlah, itu termasuk dosa perzinahan.
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar