Ahkir cerita cinta

Reaksi:
Sebuah pertengkaran sengit terjadi antara Aku dengan Fhani kekasihku….

“Fhani… dengerin dulu dong penjelasanku, cewek yang bersamaku tadi itu Cuma teman !”

“Apa? Cuma teman? Pegang-pegangan tangan dan mesra-mesraan itu yang namanya teman?’

“Kamu salah paham sayang …. Cewek itu sahabatku. Aku dan dia memang sudah lama akrab jadi wajar kan kalau aku dekat sama dia….”

“Sudahlah vi…sudah berulang kali aku melihat kamu jalan sama cewek itu dan penjelasanmu Cuma satu HANYA TEMAN!”

“Jangan marah dong, kamu tahu kan kalau dihatiku itu Cuma kamu wanita yang paling aku cintai “

Fhani pun segera meninggalkan diriku yang terus saja memberi penjelasan tentang kejadian tadi siang. Tanpa sengaja ketika aku melewati sebuah toko aku melihat Fhani sedang jalan dengan seorang pria, begitu mesra…

Tak dapat kupungkiri hatiku begitu sakit bak sembilu yang mengiris-iris hati ini. Sebenarnya aku sangat berharap kalau memang pria yang bersamanya itu memang hanyalah teman biasa seperti yang selalu dijelaskannya padaku. Tapi entah mengapa ada dari lubuk hatiku yang paling dalam aku begitu yakin kalau pria itu bukan hanya teman biasa. Entahlah….

Segera kurebahkan tubuhku di tempat tidurku yang empuk. Sejak di perjalanan pulang tadi aku sudah tidak sabar untuk segera tiba di rumah dan masuk ke kamar untuk menenangkan diriku. Kupandangi langit – langit kamarku dan tiba-tiba memori indah bersamanya terlintas kembali dalam ingatanku.

Kami berkenalan lewat chating di MIRC. Waktu itu aku benar-benar lagi butuh teman untuk berbagi cerita. Maklum, aku adalah anak yang kurang kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuaku. Aku pun seakan ditelantarkan. Di rumah  hanya pembantu-pembantu yang menemaniku tapi aku tetap merasa seorang diri. Teman-teman di kampus juga jarang yang terbilang dekat denganku, aku sosok yang pendiam dan kurang bergaul.

Makanya setiap aku merasa kesepian, segera ku buka komputer yang bisa mengakses internet yang disediakan di kamarku .

“Boleh kenalan? “kalimat itu tiba-tiba muncul di komputerku ketika aku memulai chatting.

“Iya boleh, asl pls” Jawabku

“21 F MKS

“aku 23 M MKS “

“Kamu kerja yah?”

“Aku sudah kerja di salah satu perusahaan swasta, kalau kamu ? “

“Aku masih kuliah, semester akhir”

Chating pun berlanjut hingga beberapa jam dengan aneka macam pembicaraan yang membuatku sangat terhibur. Apalagi dia begitu humoris sehingga membuat aku selalu tertawa.

Lewat chatting itulah akhirnya kami memutuskan untuk bertemu secara langsung. Malam itu Pantai Cermin yang indah menjadi awal pertemuan kami. Hatiku benar-benar terpana ketika melihat sosoknya yang begitu feminim, gaul, cantik dan dewasa. Dia benar-benar masuk dalam criteria wanita idamanku. Aku pun terus terbuai dengan perasaan kagum hingga tumbuhlah benih-benih cinta dalam hatiku. Beberapa hari kami selalu bertemu, pergi nonton, makan bersama hingga suatu hari dia menyatakan isi hatinya dan memintaku untuk menjadi kekasihku. Tanpa pikir panjang aku pun mengatakan bersedia untuk pacaran dengannya.

Hari-hariku pun mulai diisi dengan kehadirannya dalam hidupku. Aku yang dulu selalu merasa kesepian kini selalu ceria dan bahagia. Aku merasa telah menemukan sesuatu yang hilang dalam diriku, yaitu kasih sayang! Dia begitu perhatian, penyayang dan sangat romantis. Aku merasa pria yang paling bahagia di dunia ini.

Namun kebahagiaan itu berlangsung sesaat. Aku selalu melihatnya dengan seorang pria. Pertengkaran demi pertengkaran pun terjadi, tetapi karena rasa cintaku yang dalam padanya, membuat aku percaya padanya dan kisah cinta kami pun berjalan kembali.

Lamunanku tiba-tiba dibuyarkan oleh bunyi sms, ternyata dari Fhani.

Vi… masih marah yah? Aku sayang sama kamu dan tidak mungkin ada pria lain di hatiku selain dirimu. Sebentar 7 malam aku tunggu di tempat biasa, aku ingin kita merajut kembali kisah cinta kita.

Jam di hpku sudah menunjukkan jam 7 malam. Sampai saat ini Fhani belum juga muncul bahkan tidak memberiku kabar. Tidak seperti biasanya Fhani seperti ini. Kalau kami akan bertemu, Fhanilah yang selalu tepat waktu, walaupun terlambat pasti dia sms atau menelpon untuk memberi kabar. Hatiku pun mulai gelisah….

Kupandangi setiap motor yang lalu lalang di jalan raya. Tapi Fhani belum juga muncul. Tiba-tiba mataku tertuju pada kerumunan orang-orang. Deg! Ya Tuhan sepertinya ada kecelakaan, gumamku dalam hati. Aku pun segera mendekati tempat itu dan kulihat Fhani telah terbukur kaku dan tubuhnya bersimbah darah.

“Fhani, bangun fhan… tolong panggilkan ambulans”

Aku pun segera melarikan Fhani ke Rumah Sakit terdekat. Dokter mengatakan kalau kondisinya sangat parah dan sekarang sedang ditangani di Unit Gawat Darurat. Hatiku begitu cemas. Ya Tuhan selamatkan Fhani…..

Bberapa menit kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD dan terlihat wajahnya begitu lemas

“Maaf mas, kami tidak dapat menyelamatkannya” Ucap dokter dengan sangat menyesal

Hatiku terasa tak berdaya, rasanya dunia runtuh di hadapanku. Aku masih tidak percaya kalau Fhani kini telah pergi untuk selama-lamanya.

“Dokter, bagaimana keadaan anakku?”

Seorang wanita bersama seorang anak berusia sekitar 10 tahun menanyakan dokter yang memeriksa Fhani.

“Anak ibu tidak bisa kami selamatkan, mas ini yang membawa anak ibu ke rumah sakit ini”

“Vi… bagaimana kejadiannya?”

“Bu…Fhany?’ ucapku terbata-terbata

“Iya, napa dengan Fhany nak?”

Aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi. Aku sudah tidak bisa memberikan penjelasan tentang semua ini. Yang ada hanyalah kesedihan yang begitu mendalam karena aku telah kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Tapi….aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa???

Ya ampun… hanya  bersama Fhanilah selalu aku ingat…

Tak ada lagi penjelasan yang keluar dari mulutku, seperti yang selalu kulakukan selama ini. Karena ini adalah akhir kisah cintaku bersama Fhani…..
< >

2 komentar:

  1. cErpen nYa sgat mGhRukAn.......
    gAg kByaNg kaLo ceRta tU trJdi dLm hDup aq......
    hTi q pSti sdH bgt.............

    BalasHapus