Surat cinta Vino

Reaksi:
Semua berawal dari pekenalan surat cinta rahasia Astri dan Siska.

Dear some one

Sudah berapa lama aku ingin berkenalan denganmu. Tapi, aku tak punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya. Dan hanya satu mimpi terbesarku yaitu bisa berdua denganmu. Namun, masihkah ada tersisa ruang dihatimu? Andaikan ada........., ijinkan aku masuk kedalamnya.
Semoga goresan penaku ini, maukah kamu mengatakan hal yang sama denganku.

                                                             dari seorang yang mencintaimu

                                                                                             VINO


Astri menceritakan penemuan surat itu kepada Siska, Kakaknya. Siska langsung mengklaim kalau surat itu di alamatkan ke padanya. Alasanya, dia pernah melihat surat serupa dengan teman kelasnya, Vino. Siska duduk di bangku yang sama dengan Vino. Hanya saja Siska masuk pagi sedangkan Vino kebagian jatah masuk siang. Asrti juga sudah lama suka dengan kakak kelasnya yaitu Vino.

" Surat ini pasti  kiriman dari Vino buat aku tri, Swear ! " Jari telunjuk dan tengah Siska membentuk huruf V.

" Halo kak ! " Sapa Dewi pada kakaknya Astri dan Siska.

" Mengapa pagi secerah ini, kakak senang dengan pertengkaran? "

" Biasa....., ada yang kegeeran, " Sindir Siska.

" Hei, siapa yang elo maksud? " Astri tersinggung.

" Sabar, sabar, kak ! masalahnya apa nih? " Dewi coba menegahi.

" Si Vino mengirim surat cinta ke rumah kita dan aku pertama kali menemukannya. " Jelas Astri.

" Tapi surat itu merupakan balasan atas surat yang pernah aku lihat ke Vino! " Timpal Siska.

" Tunggu, Tunggu ! Vino mana yang kita bicarakan kak? " Dewi penasaran .

" Itu cowok yang paling keren di sekolah kak." Siska menjelaskan.

" Anak basket, iya? " Dewi bertanya.

" Iya, yang duduk satu kelas dengan kakak ! " Siska tetap dengan alasannya.

" Oooo... Tapi, bagaimana mungkin kalian bisa yakin kalau surat itu dikirim Vino untuk salah satu dari kalian?"

" Yakin banget !" Tegas Siska memberikan alasan yang serupa.

Dewi sepertinya memikirkan sesuatu, karena setiap idenya pasti akan berjalan dengan mulus dan bisa di terimah oleh kakaknya.

" Gimana kalau orang kakak taruhan ? Siapa yang ditaksir kak Vino, dia pemenengnya !" Ide Dewi.

" Oke ! " Siska langsung menyetujui.

" Siapa Takut ! " Astri nggak mau kalah.

" Taruhannya apa ? " Jawab Siska

" Yang kalah harus mentraktir kita selama sebulan ? " Tegas Dewi.

" Deal !!! " Sahut Siska

Astri menjabat tangan Siska bertanda di mulainya sebuah kompetisi. Dua kakak adik ini , nekad menjadi pujangga dan sok romnatis. Mereka nekad mengirim hasil karya mereka masing - masing kepada Vino. Tapi, kali ini tidak melalui jasa orang. Melainkan, diantar langsung secara spesial dan ekslusif kepada pujaan hati Vino. Dewi yang heran melihat aksi kedua kakaknya ikut tertawa dan tidak bisa berbuat apa - apa.

Siang itu, selepas pulang sekolah. Astri dan Siska yang memantau Vino dan Dewi lagi asyik ngobrol sama teman satu tim basketnya vino. Pake acara ketawa - ketiwi segala ! Pokoknya mereka yakin kalau Dewi membantu menyampaikan tujuan mereka tanpa salah.

" Gimana, Wi ? aku yang dipilih ya? " Tanya Siska pada Dewi yang baru saja bertemu dengan Vino.

" Keputusannya baru akan keluar 2 hari lagi. "

" Yaaaaa.......," Asrti dan Siska agak sedikit kecewa. Mereka nggak sabar menunggu terlalu lama, sebab reputasi mereka di pertaruhkan disini.

" Sabar, kak ! " Dewi memberikan dorongan dan menepuk pundak Astri dan Siska.

Malam hari selepas bedung magrib di "STARBUCK COFFE". Berbaju yang bermotif mickey mouse dan beberapa tangkai bunga mawar yang ada telah di belikannya. Siska duduk dengan santainya didalam cafe sambil menunggu sang pangeran datang menghampirinya. Tidak terasa jarum jam sudah bergulir 30 menit menunggu, Vino juga belum datang.

Astri masuk kedalam cafe, ditangannya menenteng bingkisan macam buku yang sampulnya dia bikin dari kertas daur ulang terus kasih pernak pernik cantik, bolpoint pake grafic nama dia dan gantungan kunci yang juga dia bikin sendiri. Biasanya cowok paling suka dengan kreativ sendiri ! Mata Astri berkeliling mencari keberadaan Vino sang pujaan hatinya. Saat matanya melihat sosok mahluk yang sudah dikenalnya.

" SISKA !!! " Astri sangat terkejut.

Astri menghampiri meja Siska

" Ngapain kamu di sini ?! ". sahut Dewi.

Siska tak kalah terkejutnya, menyaksikan Dewi sudah berdiri dihadapannya.

" K...kamu sendiri, ngapain ??? "  tanya Siska.

"  Nunggu Vino. " Dengan santai tanpa ada perasaan mencurigakan, Siska terheran-heran.

" What...!!, bukannya aku yang di pilih Vino?? "

" Ah...., kamu ?! " Dewi tersentak.

" Kayaknya ada yang salah dech." Siska menggaruk-garuk kepalanya.

Ditengah situasi yang membinggungkan, Dewi datang. Dia senyum-senyum melihat kedua kakaknya lagi kebinggungan.

" Gimana nich, Wi? Siapa yang sebenarnya dipilih sama Vino? " Tanya Siska

Dewi mengatur nafas sejenak "sebenarnya.....? Nggak ada yang dipilih sama Vino kak."

" Maksudmu...!!! " Astri dan Siska serentak menjawab sambil kebinggungan

"Lalu surat cinta ini bisa dirumah kita? " Tanya Siska

Melihat kedua kakaknya makin kebinggungan, Dewi nggak tahan lagi menahan tawanya. Tawanya meledak!

Astri dan Siska saling berhadapan.

" Vino yang nulis surat itu buat aku dan kukembalikan lagi pada Vino."sahut Dewi

" Dewwwwwi........sialaaaan kamu !!! " maki Astri dan Siska

" Oo..iya, aku ada kejutan buat kakak !!" Sahut Dewi

Dibelakang Astri dan Siska, berdiri pangeran dan pujaan hati mereka.

" Kenalin kak, ini pacar dewi ! " Vino menyalam Astri dan Siska

" Haaaaaaahhhhh.............????!!!! " Astri dan Siska melongo.
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar