Karakter Dan Ciri-Ciri Disaat Mulai Pacaran

Reaksi:

Apakah kita pernah bertanya dalam benak kapan idealnya kita mulai pacaran? Serta apa ciri-ciri yang sudah siap pacaran? Pacaran yang sesuai adalah disaat pacaran yang tidak terlalu cepat, sebab pacaran yang terlalu cepat dapat membuat seseorang itu belum mengenal karakter dan tabitatnya. Dan juga pacaran itu jangan terlalu lama, karena dapat menimbulkan banyak masalah. Jadi, kapan kita mulai berpacaran? Pada saat sudah memikirkan kesebuah pernikahan. Ada tiga karakter yang mesti dipenuhi seseorang disaat memulai sesuat hubungan, yaitu :

1. Dewasa
Menurut penelitian dan tanggapan dari beberapa pakar-pakar yang mengerti akan cinta. Masa pacaran yang ideal diantara 2-5 tahun dan pada usia 21-23 tahun. Walaupun pacaran adalah masa yang paling indah, tentunya umur tidak menjadi mutlak untuk mengikat suatu hubungan tersebut. Ada beberapa orang yang usianya sudah mencapai hal tersebut namun kelakuan dan perbuatannya masih kekanak-kanakkan.

2. Siap Menjalin Pernikahan
Seseorang yang ingin memulai suatu hubungan harus siap menjalin sebuah pernikahan. Artinya, mempunyai keyakinan dan tekad yang kuat. Bukan seperti anak remaja yang sedang puber, karena ingin mendapatkan seseorang teman hanya untuk memenuhi kebutuhannya tetapi seseorang yang sudah siap lahir dan batin. Sehingga memiliki prinsip untuk melangkah kejenjang yang lebih serius dan mempunyai hati yang mulia serta tekad yang tulus dan suci.

3. Sudah Mapan
Yang dimaksud disini bukan memiliki rumah sendiri, mobil pribadi, dan sebagainya. Tapi, seseorang yang memiliki secara fisik, psikis, dan materi. Dengan kata lain sudah memiliki pekerjaan yang tetap dan tidak tergantung pada finansial orang tua. Sehingga adanya persiapan untuk hidup berpisah dari keluarga, hidup secara mandiri, dan membangun kehidupan pribadi.

Ciri-Ciri Orang Yang Sudah Siap Pacaran
Setelah kita mengetahui apa saja karakter yang harus dipenuhi seseorang untuk memulai berpacaran. Sekarang kita akan membahas apa saja ciri-ciri orang yang sudah siap menjalin hubungan pacaran. Dengan adanya ciri-ciri ini dapat menginstropeksi diri!

a. Mengenal Tuhan Sebagai Sumber Kasih
Secara pribadi orang yang akan memulai pacaran harus mengenal Tuhan terlebuh dulu. Mengapa? Sebab sumber kasih itu hanya ada dalam Tuhan. Jadi, mustahil seseorang bisa memberikan kasih  pada pasangannya kalau tidak mengenal Tuhan. Kalau hidup seseorang masih setengah-setengah itu dapat bersifat  menghancurkan. Mengapa? Karena dia akan sulit menerima, memberikan, dan terbuka kepada pasanganya. Sehingga membuat seseorang itu sulit untuk memaafkan kesalahan seseorang dan dapat dibayangkan hubungan yang dibangunnya diwarnai dengan benturan, kekerasan, dan tidak ada keharmonisan. Untuk itu saran saya, sebelum memulai pacaran sebaiknya introspeksi diri dan meningkatkan pendekatan pada Tuhan. Sudah pasti hubungan itu akan didasari dengan kasih yang sesungguhnya.

b. Tidak Memilki Sifat Pembosan
Dengan tidak adanya sifat pembosan makanya hubungan yang akan dibangunnya akan bersifat permanen. Sehingga dalam hidupnya tidak ada yang sebutan mencoba, berpertualangan, dan mencicipi banyak hal. Pada dasarnya banyak diantara kaum muda memiliki sifat pembosan, sehingga membuat banyak hubungan yang tidak bertahan lama. Selama belum bisa menghilangkan sifat pembosan hubungan itu hanya akan menjadi sebuah eksperiman atau sebagai kelinci percobaan, bukankah ini sangat berbahaya!

c. Harus Mempunyai Komitmen
Orang yang sudah terbiasa dengan sebuah komitmen biasanya perkataannya bisa dibuktikan dan memiliki perinsip yang tidak pernah berubah. Sehingga memiliki ketegasan dan sulit untuk dijatuhkan. Membuat wataknya tidak seperti layang-layang kemana angin bertiup maka dia akan ikut. Dalam hubungan yang sudah dibentuknya, kecendrungan untuk berselingkuh tidak ada. Karena sudah memiliki karakter yang tegas dan tidak mudah berubah.

d. Tidak Memiliki Sifat Kekanak-Kanakkan
Artinya tidak memiliki sifat selalu menuntut, tidak mudah mengambek/merajuk, dan mudah memaafin kesalahan seseorang. Dengan adanya sifat inilah membuat pasangannya akan bahagia, karena dia mengerti akan situasi dan kondisi.  Hubungan yang dibangunnya pun akan bersifat cerativ, positif, dan konstruksi.

e. Mempunyai Pendapat Dan Mau Menolak Yang Bersifat Negativ
Banyak orang yang susah untuk mengatakan : Tidak! Karena dia takut akan keputusannya sendiri. Orang yang seperti inilah yang sangat mudah jatuh dalam dosa karena susah untuk menyampaikan pendapatnya. Membuat dia hanya ikut arus saja dan lebih mengikuti kemauan orang lain. Tanpa kita menyadarinya kalau  memiliki pacar yang agresif dan mengajak melakukan hal-hal yang bertentangan kita tidak akan sanggup menolak keinginannya. Bukankah ini sangat berbahaya! Untuk itu, kita harus berani mneyampaikan, menolak, dan mempunyai prinsip yang kuat agar tidak mudah terseret atau terjebak oleh pesona cinta.

f. Mau Diarahkan.
Biasanya orang yang tidak mau diarahkan selalu membawa kemauannya sendiri. Semua yang dilakukan tidak ada yang namanya kompromi, kesepakatan, penyesuaian, dan hanya menimbulkan dampak buruk saja. Hubungan yang akan dibangunnya akan sangat mudah dihancurkan. Semua itu disebabkan adanya sifat "keras kepala"yang berlebihan.

g. Menganggap Kesucian Adalah Tanggung Jawab
Ciri-ciri orang seperti inilah yang tidak mudah "menyerempet" bahaya dimasa pacaran. Karena mereka memiliki prinsip akan menjaga kesucian. Kalau ada teman yang menganggap kesucian bukanlah tanggung jawab pribadinya, maka kemungkinan besar akan mudah jatuh dlaam dosa. Pacaran tidak pernah di indentik dengan dosa tetapi harus harus selalu waspada agar dapat menjaga kesucian.

Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat bermanfaat dan mempermudah kita menemukan orang yang tepat.
< >

3 komentar:

  1. pembahasan yang sangat lengkap. semoga dengan membaca ini saya bisa mencari pasangan yang tepat,,
    Thanks Salam Blogwallking

    BalasHapus
  2. Buat saya, pegangan agamanya paling utama..

    Kapalterbang bateri

    BalasHapus
  3. Saling percaya mempercayai itu pentingg...

    Zaman Kegemilangan Islam

    BalasHapus