Tips Mendapatkan Cinta Yang Sesungguhnya

Reaksi:
Berikut ini ada beberapa tips untuk mendapatkan cinta yang sesungguhnya, yaitu :
a. Dimulai Dengan Doa
Mungkin kelihatan aneh tetapi sebenarnya hubungan yang dimulai dengan doa sudah mengawali proses cinta dengan melibatkan Tuhan didalam segala aspek kehidupan. Dan kita akan yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik buat kita. Sehingga kita akan mengerti dan bertindak sebatas yang bisa dilakukan.

b. Gunakan Logika
Banyak diantara kaum muda mengatakan cinta itu buta. Sebenarnya cinta itu tidak buta melainkan cinta itu harus mengunakan logika/akal sehat. Sebab bisa sangat berbahaya kalau hanya dorongan perasaan semata. Untuk itu, cinta harus sejalan dengan logika. Cinta yang tanpa logika akan sangat mudah berubah menjadi nafsu memiliki dan menguasai. Sehingga membuat cinta semacam euoria ( rasa senang yang meluap-luap ) mengakibatkan cinta sesaat yang tidak bertahan lama. Dengan adanya logika/akal sehatlah membuat cinta tetap bertahan. Oleh karena itulah, perasaan dan logika harus sejalan agar bisa memunculkan cinta yang sesungguhnya

c. Biarkan Proses waktu berjalan
Lewat rentang waktu akan membuat cinta tidak akan bisa lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Berjalannya waktu akan menunjukkan jati diri dari hubungan yang ingin dibangun. Sehingga kita dapat mengetahui, apakah cinta itu hanya letupan sesaat atau benar-benar cinta yang sesungguhnya. Jadi, jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan tapi biarkan waktu yang menjawabnya.

d. Dengan Mempertahankan Segala Prinsip
Disaat jatuh cinta selalu memiliki dan taat dengan prinsip dalam segala situasi. Jangan sampai semuanya hanya berdasarkan perasaaan dan intuisi. Sehingga disaat jatuh cinta segala norma sopan santun diabaikan bahkan tidak menjaga kekudusan. Cinta yang sudah dimasuki dengan dosa dan hawa nafsu mustahil akan mendapat cinta yang sesungguhnya. Ingat satu hal! Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

e. Belajar Menghadapi Dan Menyelesaikan Masalah
Disaat jatuh cinta mulailah belajar menghadapi dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Proses dalam suatu hubungan  bukan hanya disaat semuanya berjalan dengan lancar, tapi disaat akan menghadapi masalah yang datang. Karena hal ini sangatlah penting sebagai bentuk pelajaran sebelum masuk kejenjang pernikahan. Sebab pernikahan bukanlah Live Happily Ever After melainkan kehidupan yang penuh dengan tantangan, masalah, ujian, serta cobaan yang akan dihadapi.

CATATAN : Kebersamaan dalam menghadapi masalah akan menguatkan, memberikan, dan berdampak posesif disebuah hubungan.

Hal sebaliknya juga bisa terjadi, masalah dalam sebuah hubungan dapat membuat berantakkan. Jika hal ini terjadi berarti kita harus introspeksi, apakah kita bersikap dewasa atau cinta ini pantas layak untuk dilanjutkan!

f. Konfirmasi Dengan Orang Yang Lebih Dewasa Dan Berpengalaman
Hal ini sangat jarang di dibahas dikehidupan kaum muda dimasa pacaran. Dengan tegas saya mengatakan bahwa orang yang mengkonfirmasi dari orang yang lebih dewasa/pengalaman sangatlah penting. Untuk apa? Agar untuk meyakinkan, apakah hubungan kita menjadi cinta atau tidak. Disaat kita jatuh cinta tidak bisa obyektif karena masih adanya saraf-saraf yang tidak berfungsi. Sehingga kita memerlukan orang yang lebih dewasa/pengalaman untuk memberikan solusi, saran, dan kritik buat hubungan kita.

Mengapa tidak kita pernah mendapatkan cinta yang sesungguhnya?
Sebelumnya kita sudah tahu tips-tips untuk mendapatkan cinta yang sesungguhnya tapi kenyataan tetap saja belum merasakanya. Untuk mencapai, merasakan, memiliki, dan mendapatkan perlu mempelajari dan mengulangi semua kesalahan agar dapat mencegah kegagalan. Ada beberapa yang dapat mempengharui hal tersebut!
a. Tidak Mengerti Arti Dari Kata Cinta
Ini memang ironi banyak orang memandang cinta itu secara naif, kesenangan sesaat, bahkan hanya daya tarik seksual yang menggiurkan. Padahal arti cinta itu jauh lebih mulia dari semuanya. Sebab cinta adalah anugerah Tuhan yang dimiliki setiap manusia secara bertanggung-jawab. Dengan adanya cinta Tuhan menginginkan manusia bisa merasakan keindahan, kebahagian, dan kasih sayang. Sayangnya banyak manusia mengartikan cinta sebagai " tempat untuk mendapatkan kepuasaan dan kesenangan " Padahal cinta itu seharusnya menjadi tempat untuk saling membangun dan menumbuhkan serta penuh dengan pengabdian. Dengan ketidak-mengertian inilah yang menyebabkan kebanyakkan dikaum muda gagal dimasa pacaran.

b. Tidak Bertanggung-Jawab
Cinta bukan hanya sekedar tertarik atau ingin mendapatkannya. Namun, cinta membutuhkan pertanggung-jawaban untuk kedewasaan dan visi-misi hidup yang jelas. Setelah kita jatuh cinta, kita harus memiliki pikiran apa yang akan dilakukan. Sebab cinta memiliki konsekuensi dengan kata lainmenyadari dan mengantispasi kedepan. What Next? Memastikan dan menyadari kalau kita tidak akan gagal dalam hal ini. Sehingga tidak mendapatkan perasaan euforia sesaat karena telah berhasil mendapatkan atau memiliki orang yang kita inginkan.

c. Terbuai Dengan Romantika Dan Pengalaman Seksual
Dampak dari perkembangan dunia media, sering terjadi distorasi dalam pemahaman tentang cinta. Sering kita lihat ditayangan televisi, Film, maupun artikel dimajalah, bahkan buku-buku kebanyakkan mengambarkan jatuh cinta sebagai pengalaman yang membawa pada seksual. Jelas hal ini menyesatkan. Kenapa? Karena romantika dan seks sebagai pengikat sebuah pernikahan dan bukan bumbu-bumbu cinta. Untuk itu, pentingnya bagi kita yang sedang jatuh cinta tidak terpengaruh dengan berbagai gaya " hidup bebas" yang diidentik seperti pelukkan, ciuman, bahkan hubungan seksual dengan mengikuti gaya hidup modern. 

Pertanyaannya, apakah perlu romantisme/romantika dimasa pacaran dengan duduk berdua ditepi danau/pantai sambil berpelukan?

Jawaban saya : Tidak Perlu ! Romantika/romantisme hanya diperlukan untuk menghangatkan sebuah pernikahan dan bukan bumbu-bumbu dimasa pacaran. Sebab dimasa pacaran romantika/romantisme cenderung "membutakan" pasangannya. Cinta yang dibutuhkan dimasa pacaran adalah cinta yang bertanggung-jawab bukan BLIND LOVE ( cinta buta ).

d. Tidak Memiliki Iman
Kecenderungan yang meresahkan banyak kaum muda dengan tidak menjadikan cinta sebagai suatu kepercayaan. Artinya mereka beranggapan bahwa " Wilayah " otonom dimana Tuhan tidak boleh bercampur tangan. Jelas ini salah besar! Justru disaat kita jatuh cinta harus menghubungkan dengan kepercayaan agar tidak menjadi liar dan bebas. Sehingga kita bisa memperoleh hubungan yang sehat, positif, dan konstruktif.
< >

1 komentar: