Ciri - Ciri Menemukan Pasangan Hidup

Reaksi:
Setelah membahas tentang prinsip menemukan pasangan hidup dapat membuka mata, membuka telinga, dan membuka hati agar benar-benar mencari pasangan yang tepat. Supaya tidak adanya penyesalan dikemudian hari. Untuk itu, diperlukan ciri-cirinya. Ada beberapa ciri-ciri dibawah ini untuk menemukan pasangan hidup.

a. Seiman
Kita sudah pasti mengerti apa yang dimkasud dengan mencari pasangan yang seiman. Sebab pacaran yang tidak seiman sudah pasti banyak rintangan yang harus dihadapi. Sehingga resiko yang diterima pun lebih besar dan kebanyakkan pacaran yang tidak seiman menghasilkan pertentangan dan konflik yang sangat berbahaya. Untuk itu, ciri-ciri pasangan hidup yang tepat adalah seiman, agar dapat membawa pasangannya kejalanan yang benar dan tepat. Pacaran yang dihasilkan pun sesuai dengan prinsip hidup dan akan memberikan hasil yang dapat membuat pasangannya menjauh dari dosa.

b. Dewasa dan Bertanggung-jawab
Banyak dikalangan muda sering kita jumpain sudah menikah walaupun masih dalam stasus sekolah. Sehingga disaat adanya masalah tidak sanggup menghadapinya dan ahkirnya nekad untuk tidak menanjutkan pendidikkan lagi. Bukankah ini berbahaya !!! Mencari pasangan hidup haruslah benar-benar sudah dewasa atau bertanggung-jawab bukan sekedar kenikmatan sesaat. Bukan terbawa situasi atau kondisi yang ada disekitarnya dan memiliki sifat kekanak-kanakkan. Jangan pernah menikah dengan orang yang masih belum mengenal arti dari kehidupan. Sebab mereka belum tentu akan bertanggung-jawab dikemudian hari. Karena mereka hanya berpikir apa yang bisa didapatkan tetapi tidak memikirkan apa yang bisa diberikan. Untuk itu, seseorang yang sudah dewasa diukur bukan dari apa yang diterimanya, melainkan apa yang dapat diberikannya. Menemukan pasangan hidup harus benar-benar paham dan mengenal karakter pasangannya sendiri. Sebab seseorang yang mudah jatuh cinta dapat menyebabkan hubungan yang dibentuknya mudah retak dan putus ditengah jalan. Sebelum jatuh cinta harus memliki penilaian tersendiri buat pasangannya. Penilaian seseorang bukan hanya sekedar melihat dari luarnya, tetapi harus melihat dari kedewasan dan pertangungg-jawabannya. Sebab dengan adanya penilaian tersendiri bagi pasangannya, maka akan timbulnya sebuah " KASIH ". Disaat adanya benturan atau konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Sebab kalau tidak! Akan bersama pasangan yang masih memiliki sifat kekanak-kanakkan, yang ahkirnya hanya mendatangkan penderitaan seumur hidup. 

c. Mengendalikan Diri Sendiri
Dalam hal ini seseorang yang dapat mengendalikan dirinya sendiri adalah seseorang yang benar-benar  memahami antara yang baik dan yang salah. Sehingga disaat pacaran sanggup menolak semua yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Sebab cinta dapat menyala-nyala bagaikan api dan kluat seperti maut. Dengan adanya pengendalian diri, maka pacaran ayng dihasilkan akan berbentuk creativ, positif, dan kontruksi.

d. Seimbang Dan Sepadan
Yang dimaksud dengan seimbang dan sepadan dalam hal ini adalah,
  1. Saling mengerti dan saling memahami antara satu dengan lainnya. Bukan saling menguasai
  2. Saling mengisi dan melengkapi, kita harus sadar bahwa didunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna. Maka dengan adanya saling menisi dan melengkapi akan membuat pasangannya menjadi mitra, bukan pembantu.
  3. Saling menerima dan membangun. Dalam hal ini mengutamakan diskusi dalam mengatasi masalah dan sanggup meneri,a dan mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga dalam hubungan pun tidak ada yang namanya dominan, teapi kebersamaan dalam menghadapi berbagai kesulitan dengan saling bahu-membahu.
Bagaimana dengan masalah perbedaan latar belakang keluarga? Pertanyaan ini sudah pasti sering kita dengar. Mengatasi perbedaan latar belakang keluarga sama dengan hal ayng disebutkan diatas. Adanya perbedaan baik itu dalam hal sepele maupun dalam hal penting. Dapat menimbulkan berbagai macam masalah. Alasan perbedaan latar belakang keluarga bisa diakibatkan dari perbedaan bangsa, suku, adat, dan kebudayaan. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah salaing mengerti dan memahami sesama pasangan.

Bagaimana dengan perbedaan usia? Sekalipun tidak ada yang berhak untuk melarang seseorang menemukan pasangan hidupnya. Ada beberapa yang perlu diketahui disaat akan menemukan pasangan hidup salah satunya adalah faktor usia. Dalam masalah usia sebaiknya pria lebih tua sekitar 2-5 tahun dari wanita. Sebab pria sudah diharuskan sebagai pemimpin dan yang berhak memegang kendali dan bertanggung-jawab. Banyak wanita lebih memilih pria yang jauh lebih diatas 5 tahun, maka tidak adanya keseimbangan yang dihasilkan. Artinya kondisi yang ditimbulkan akan mudah terjadi konflik disaat pasangan itu tidak lagi saling berteggang-rasa. Sebaliknya, jika wanita jauh lebih tua dari pria keadaan akan bisa berubah menjadi "EXTRA ORDINARY". Itulah harga yang harus dibayar.

e. Humoris
kriteria ini jarang dibahas orang lain. Sebab ini merupakan salah satu karakteristik yang sangat penting untuk dimiliki seseorang. Humoris disini bukan berarti pelawak, tetapi orang yang memiliki selera humor. Sehingga dapat mengatasi strees, masalah yang datang, dan sanggup mencari penyelesaiannya disaat semuanya sedang buntu. Seseorang yang memiliki karakter humoris kelihatan akan selalu tetap menjadi optimis ketika dalam keadaan yang tidak memberikan harapan lagi. Orang yang biasanya humoris bisa menjadi teman yang sangat menyenangkan. Dan memiliki semangat hidup yang tinggi, walaupun dalam keadaan sulit. Sebab orang yang tersebut sanggup membuat suasana menjadi lebih ceria, sederhana, dan tidak merepotkan.

f. Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Dalam menemukan pasangan hidup tidak memberikan orang menjadi egois. Dengan adanya sifat egois dalam suatu hubungan, justru akan berdampak buruk pada pada hubungan yang akan dibangunnya. Pasangannya yang sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan perhatian pada pasangannya. Walaupun keegoisan adalah kunci kelangsungan hidup, jangan sampai terbiasa dimanja, diinginkan dan dituruti sesuatu kemauan sendiri. Egois berarti memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak meladeni hal-hal yang akan mengkompromikan kebahagiaan sendiri.Tetapi, disaat sudah menemukan pasangan hidup, kebahagian bukanlah sebagai milik pribadi sendiri melainkan milik berdua. Menjadi egois bukan berarti memakai segala macam cara agar mendapatkan apa yang diinginkan. Apabila disaat mencari pasangan hidup, maka  harus mengerti dan tidak perlu memaksanya. Maka dalam hal ini dibutuhkan saling memberi dan menerima.

< >

1 komentar: