Hubungan Seks Pra-Nikah

Reaksi:

Banyak dikalangan Remaja saat ini sudah terbiasa melakukan seks pra-nikah tanpa harus diawali dari pernikahan yang sah. Sehingga tanpa disadari kebahagian yang diberikan pun tidak menghasilkan apa yang didapatkan. Sehingga saat keputusan menunda seks sebelum menikah diambil, maka kebahagiaan akan menjadi milik berdua. Dengan adanya sebuah studi banding didalam survei online bertajuk “Relate”. Salah satu pertanyaan yang paling berarti adalah “Kapan Anda terlibat secara seksual dalam hubungan bersama kekasih?”. Pasangan yang melakukan seks terlalu dini cenderung menemukan hubungan mereka tentang kualitas dan kestabilannya dalam pasangan mampu dipercaya atau diandalkan. Untuk itu, pasangan yang sudah terlanjur melakukan hubungan seks pra-nikah seringkali digambarkan sebagai suatu tindakan egois tanpa adanya unsur-unsur kesetiaan, eksklusif ataupun permanen. Tetapi sesungguhnya hubungan seks pra-nikah hanyalah meninginkan tubuhnya semata, dan sekedar kenikmatan, bukan adanya suatu komitmen akan persatuan hidup dan cinta kasih. 

Adanya 6 faktor resiko dalam hubungan seks pra-nikah 

1. Menjadi Sesosok Pribadi Yang Tidak Utuh
Hubungan yang sudah mengalami seks pra-nikah akan membuat dirinya menjadi sesosok pribadi yang tidak utuh, sehingga tidak jarang menjadi manusia yang tidak ada gunanya. Walaupun tidak adanya seorang yang mengetahui hubungan yang sudah dilakukan, sudah pasti akan menimbulkan rasa yang bersalah. Karena mengakibatkan kamu akan membenci dirimu sendiri dan tidak sanggup menolak tekanan untuk melakukan hubungan seks itu kembali.
2. Adanya Rasa Ketagihan
Apa pun yang sudah dilakukan dalam hubungan seks pra-nikah sudah pasti tidak akan mengembalikan kamu seperti semula. Sehingga membuat kamu menjadi " Sexual Person " adanya rasa ketagihan untuk melakukannya. Dan mengakibatkan, insting yang dimiliki pun akan dipenuhi pemikiran akan nafsu akan kepuasan diri sendiri.

3. Mempercepat Kedewasaan Diri
Dengan sudah melakukan hubungan seks pra-nikah, akan mempercepat kepribadian kita menjadi dewasa. Sehingga mengubah cara pandang tentang seks menjadi pasangan suami istri. Yang membuat jadi seks berubah menjadi sebagai suatu yang “kotor” dan terlarang. Bahkan setelah menikah nantinya yang di pikirkan hanya kepuasan semata. Sayang kan ?

4. Merasakan Ikatan Yang Sulit Untuk Dilepas
Ini biasanya dialami bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seks pra-nikah akan merasakan ikatan yang sulit untuk dilupakan dan dilepaskan dengan pasangan yang sudah mengambil VIRGINITASnya. Membuat sicowoknya tersebut menjadi " THE FIRST ONE " padahal, sicowok itu belum tentu merasakan apa yang dia inginkan. Pertanyaannya "Masih adakah pasangan yang akan menerima dirimu sesudah tidak virgin lagi!!!"

5. Mencari-cari Permasalahan
Pasangan pra-nikah yang telah melakukan hubungan seks biasanya akan selalu mempunyai agenda tersendiri . Karena hubungan pacaran berubah menjadi “all about seks“. Kapan dan dimana akan melakukannya! Tidak jarang harus berbohong kepada siapa saja. Agar hubungan itu bisa dilakukan dan perhatian akan menjadi liar dan tidak terarah. Apakah benar-benar tulus atau karena cuma seks. Bahkan terkadang sedang berantem hebat pun akan langsung baikan cuma gara-gara seks, dan melupakan masalah sesungguhnya.

6. Tidak Menikmati Pernikahan
Seks Pra Nikah, maka kamu tidak akan pernah menikmati pernikahan. Karena sudah biasa melakukan hubungan seks pra nikah, maka bulan madu yang mestinya asyik dan romantis, bakal jadi seperti liburan biasa. Tidak akan pernah ada sesuatu yang berkesan untuk seumur hidup.

Adanya lima faktor yang perlu di ketahui selama masih melakukan hubungan seks pra-nikah
Selama masih berada dalam hubungan seks pra-nikah dimasa pacaran sebaiknya kita harus mengetahui apa langkah untuk tetap menjaga keberadaan kita. Bahkan apa saja yang harus kita lakukan agar hubungan yang di bangun tidak menghasilkan pemikiran-pemikiran akan kepuasan tersendiri yang akan membuat kita menjadi seorang yang akan haus dengan yang namanya " SEKSUAL ". Walaupun pada dasarnya itu semua dosa sebaik hubungan yang sudah melakukan hubungan lebih jauh sanggup mempertahankannya hingga sampai pernikahan. Ada lima langkah untuk tetap berada didalam hubungan yang positiv.

1. Mengendalikan Diri
Walau banyak godaan untuk melakukan hubungan tersebut, sebaiknya kita juga harus bisa mengendalikan perasaan dan logika kita agar apa yang dilakukan selama ini bukan sekadar nafsu saja, melainkan sebagai didasarkan dengan " KASIH ". Banyak dikalangan remaja yang sudah melakukan hubungan tersebut tidak sanggup mengendalikan logikanya, sehingga kebanyakkan hanya keingginan untuk kepuasan tersendiri. Bukankah ini sangat berbahaya dan beresiko menuju kehamilan yang tidak terduga. Bahkan akan sanggup membuat satu nyawa yang tidak berdosa melayang. Untuk itu, selama kamu berada dalam hubungan tersebut sebaiknya dibutuhkan Pengendalikan diri sendiri agar tidak terpancing kehal yang buruk lagi.

2. Apakah Hubungan Tersebut Positiv atau Negativ
Sebaiknya kita harus menyadari apakah selama melakukan hubungan tersebut, kita berada dalam hal positif atau negatif. Apakah hubungan itu memberikan kita pemikir-mikiran untuk tetap menjaga hubungan ini sampai pernikahan. Karena kebanyakkan pasangan yang sudah melakukan hubungan seks sebelum nikah akan susah membawa hubungan tersebut kearah yang tepat, sebab pasangan itu hanya memikirkan kepuasan tersendiri. Bukan untuk memberikan yang terbaik buat pasangannya. Sayangkan !! kalau kehidupan yang diberikan sama pasangan tidak bisa memberikan yang terbaik.

3. Saling Membangun Kepribadian Masing-Masing
Tanpa disadari kebanyakkan pasangan yang sudah melakukan hubungan yang lebih jauh, akan saling menjatuhkan. Dengan kata lain membuat pasangan tidak menjadi pribadi yang utuh baginya. Sehingga apa yang dilakukan akan berakibat kekerasan dalam diri pasangannya tersebut.

4. Saling Menjaga dan Menghargai
Adanya saling menjaga dan menghargai pasangannya, sudah pasti membuat pasangan menjadi mitra dalam kehidupannya sendiri. Bahkan apa pun yang dilakukan bukan sekedar ingin mencari kepuasan melainkan saling menjaga pribadi masing-masing. Dan bukan sekedar kesempatan untuk mencari penganti pasangannya. Sehingga yang nama Free Seks dapat dihindari.

5. Saling Memahami
Selama dalam hubungan tersebut kita akan menjadi sesosok penuntut dan apa yang kita ingin harus terpenuhi. Maka dalam hubungan itu dibutuhkan saling memahami dan saling mengerti. Agar hubungan yang telah dibangun pun tidak menjadi sia-sia. 

Walaupun pada dasarnya seks sebelum nikah adalah DOSA. Sebaiknya kita harus bisa menjaga diri agar terhindar dari rayuan dunia. Agar disaat menuju pernikahan akan memberikan kebahagiaan pada pasangan kita tersebut. Semoga dengan adanya catatan ini dapat membantu kita agar tidak mencoba untuk melakukan Seks Pra-Nikah.
< >

4 komentar:

  1. terima kasih ya sharingnya..
    bermanfaat banget..
    ^-^

    BalasHapus
  2. Dampak hubungan seks sebelum nikah menimbulkan banyak risiko yang tak mudah. Karena itu, hai rekan muda, hindarilah melakukan hubungan seks sebelum nikah, sebab risiko-risiko di atas bisa menghantui Anda, mengganggu dan bisa bisa merusak hingga pada pernikahan Anda kelak.

    Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati. Tapi jika Anda merasa ingin hidup bebas sesuka hati Anda menggunakan seks, Anda tidak mau dibatasi siapapun dan apapun, silahkan. Risiko pikul dewe. Sharing peringatan ini sifatnya hanya berbagi. Semoga berguna.

    Akhirnya, seandainya sudah kadung terjadi dan anda menyesal, ingatlah anugerah Allah melampaui kesalahan Anda. PengampunanNya tersedia limpah, asal jangan berbuat lagi.

    BalasHapus