Penyebab Akan Kegagalan Dalam Masa Berpacaran

Reaksi:
Apakah kita sering gagal menjalin hubungan dengan seseorang sewaktu dimasa pacaran? Iya, Banyak dikalangan remaja dan anak muda disaat ini gagal membangun hubungan dengan pasangannya, sehingga membuat sesosok pasangannya menjadi pribadi yang menakutkan dan bukan menjadi pribadi yang menyenangkan. Itu semua disebabkan karena adanya sesuatu yang masih dingat atau pernah terjadi dimasa lalunya. Sehingga sewaktu menjalani hubungan dengan orang lain, selalu terbawa dan tidak mudah untuk dilupakan.

a. Bayangan Masa Lalu Yang Selalu Menakutkan
Setiap manusia yang pasti memliki masa lalu yang tidak menyenangkan. Namun masa lalu itu bukan untuk dihindari. Melainkan? Masa lalu itu untuk memberikan kita pengalaman agar disuatu hari tidak terjadi kesalahan yang sama. Melupakan dan menghindari bayangan masa lalu yang menakutkan itu memang sulit, apalagi bayangan masa lalu itu pernah berkaitan dengan sebuah hubungan yang pernah dijalani (seseorang yang pernah dicintai). Membuat seseorang tersebut bisa selalu meninggatkan akan masa lalunya dan kadang bisa membuat seseorang itu terbuai dengan pengalamannya. Sehingga tidak jarang dapat membuat seseorang itu berada di alam hayalan dan dialam nyata. Dan bayangan dimasa lalu yang pernah terjadi dalam kehidupan yang telah dijalani dengan pasangannya. Disaat semua bayangan masa lalu itu berada didalam alam hayalan dan nyata, mengakibatkan perasaan itu menjadi bercampur. 

Dan inilah yg akan menjadikan bayangan dimasa lalu itu menjadi bayangan yang truma dimasa depan. Sehinggga membuat perasaan dan logika tidak sejalan dan selalu berada di dalam perasaan yang mendalam. Bayangan masa lalu yang menakutkan itu bisa membuat seseorang itu tidak dapat mengontrol jalan pikiran dan daya ijmajinasinya. Sehingga bayangan masa lalu menjadi lebih besar dari pada logika. IniLah yang disebut tidak adanya keseimbangan dalam logika dan perasaan di saat rasa truma sudah memasuki dalam bayangan seseorang dan menjadi semuanya menjadi perasaan yang menakutkan. 

Jika bayangan masa lalu tidak ditinggalkan akan mempengarhui  mental dan kemungkinan besar akan mengalami strees yang cukup berat. Menghilangkan masa lalu dari diri kita tidaklah mudah, namun kalau ada tekad dan niat, maka seiring waktu berjalan dapat secara pelan-pelan akan menghilangkan masa lalu itu.
NB. Selama bayangan masa lalu itu masih selalu menghantui dalam diri kita, selama itu juga akan membuat dirimu menjadi manusia yang lemah dan hubungan yang kamu bangun pun tidak akan pernah bisa kokoh. Ingat ! Tinggalkan masa lalumu dan biarkan masa lalumu itu menjadi dasar untuk memberikan semangat dalam mencapai keingginmu.

b. Adanya Perkataan Tidak Menyenangkan Dari Orang Lain
Tidak ada satu pun manusia yang sempurna didunia ini, pastinya setiap orang akan memiliki kekurangan dan kelebihan baik itu berupa tubuh, jiwa, dan kerohanian. Dengan adanya perkataan dari seseorang tentunya ini sangat berpengaruh dalam hubungan tersebut. Hubungan yang sudah di jalani dengan baik dan menyenangkan bisa secara tiba-tiba langsung rusak. Untuk itu dibutuhkan kepercayaan terhadap pasangannya. Setiap hubungan yang sudah dibangun pasti banyak halangan dan tantangan yang akan di hadapi, namun  semua itu harus dihadapi bersama-sama. Jika masalah itu datang sebaiknya dibicarakan dan dihadapi bersama-sama, bukan untuk dihindari. Oleh karena itu seberapa besar masalah yang akan dihadapi coba dengan menyelesaikan secara pikiran tenang tanpa adanya ego masing-masing.

c. Memiliki Sifat Materialistis
Seseorang yang memiliki sifat materilistis tentunya akan mempercepat kegagalan dalam membangun hubungan yang sudah lama dengan seseorang. Sebab harapannya tidak didasarkan atas keinginan pasangannya, melainkan karena adanya rasa ingin meningkatkan taraf kehidupannya sendiri. Salah satu pasangan yang terobsesi pada kemewahan akan kecenderungan tidak puas pada hubungan mereka. Bukan gara-gara tidak adanya komunikasi melainkan kebutuhannya tidak terpenuhi, sehingga tidak jarang ini akan mempersempit sebuah hubungan yang telah dibentuk. 

Menurut para peneliti, pasangan yang tidak materialistis dan lebih sederhana bisa berkomunikasi secara efektif dan lebih menghargai perbedaan pandangan yang mungkin muncul saat keduanya sedang memiliki konflik. Tetapi, bagi pasangan yang memliki sifat materilistis dia kurang berusaha dan tak mau berkorban untuk menjaga hubungannya karena yang mereka anggap penting adalah materi, bukan orangnya

Para peneliti menemukan pasangan yang materialistis selalu membandingkan dirinya kepada orang lain yang lebih kaya raya. Ini menyebabkan mereka selalu berpikir kurang beruntung dibanding yang sebenarnya. Jika ini tidak dihentikan dari sekarang akan terbawa sampai memiliki keluarga dan disaat adanya masalah yang datang akan menyebabkan pasangannya mudah berpindah hati. Bukankah ini berbahaya?

NB. Lebih baik hidup sederhana, tetapi kualitas hubungan yang dibangun melebihi dari harta. Dari pada hidup mewah tetapi tidak merasa bahagia.

d. Mengutamakan Nafsu
Setan sangat ahli dalam menipu dan mengarahkan keinginan kita. Jika kita tidak ingin ditipu olehnya, kita harus belajar mengendalikan sesuatu di dalam hidup kita. Jangan biarkan nafu memperbarui pikiran kita. Disaat salah satu pasangan mengutamakan nafsu akan membuat kita lepas kendali, dan akan mengganggu hubungan tersebut."Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak menyentuh wanita" Ini berarti harus ada jarak tertentu antara laki-laki dengan perempuan untuk menghindari perangkap nafsu berahi. 

Di sisi lain, jika salah satu pasangan mengutamakan nafsu, maka pasangannya itu akan mencari kesempatan untuk bisa mendekati orang lain lagi. Kemungkinan akan meninggalkannya karena hubungan itu sudah tidak terasa damai lagi. Jadi, hubungan yang hanya berdasarkan nafsu tanpa di kendalikan dengan KASIH, hubungan itu akan mudahnya retak. Sebab seseorang yang menuntut segala sesuatu dari orang lain hanya gara-gara ingin memenuhi nafsunyanya tanpa memikirkan masa depan pasangannya.

Jika salah satu dari pasangannya masih mengutamakan nafsu, sudah pasti akan terjadinya gesekkan dan ahkirnya mengalami dilema. Seharusnya hubungan itu berbicara tentang komitmen dan bukan hanya sekedar perasaan adalah segalanya. melainkan disaat adanya komitmen maka hubungan yang dibangun bisa menjadi menyatukan, bukan hanya sekedar keingginan sesaat.

NB. Jangan pernah mencintai seseorang itu hanya gara-gara nafsu, tetapi cintailah pasanganmu dengan "AGAPE". Sehingga hubungan yang dibentuk menjadikan sebuah komitmen dan bukan sekedar nafsu sesaat.

Dengan adanya artikel ini dapat membantu kita mendapat hubugan yang lebih baik lagi, sehingga hubungan itu bisa bersifat creativ, positif dan konstruksi.
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar