Cinta Yang Sesungguhnya

Reaksi:
Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang diupayakan agar bisa terelisasi, bahkan dibutuhkan kerja keras agar tidak lepas dari tuntunan dan tanggung-jawab. Cinta yang sebenarnya memiliki seni tersendiri, yaitu Semakin sulit didapatkan maka kwalitasnya sangat berharga! Dibagian ini akan dibahas secara detail tentang berbagai hal yang berkaitan dengan cinta yang sesungguhnya. Mulai dari apa saja dikatakan psikolog sampai mengapa ada orang yang tidak mendapatkan cinta yang sesungguhnya.

Jenis-Jenis Cinta
Secara lebih spesifik, ada beberapa jenis cinta yang perlu diketahui, antara lain :
a. True Love
Cinta ini memberikan dampak yang positif dalam kehidupan seseorang, seperti :
  • Dia akan selalu merasa bahagia,
  • Memberikan semangat dan motivasi,
  • Sukses dalam berkarir,dan
  • Terdorong memiliki inspirasi untuk kemasa depan.
Makanya, jenis cinta ini selalu berahkir dengan kebahagiaan.
b. False Love
Jenis cinta ini selalu memberikan dampak yang negativ dalam kehidupan seseorang, antara lain :
  • Tidak memiliki prinsip,
  • Selalu berada dalam dosa ( Penipu, pembohong, dan haus berzinah karena cinta),
  • Tidak memiliki semangat hidup,
  • Malas melakukan kegiatan apapun, dan
  • Mempunyai masa depan yang suram.
Makanya, jenis cinta ini selalu berahkir dengan kehancuran.
c. Captive Love
Kehidupan yang selalu mengkekang sehingga tidak ada hal yang dipikirkan dan dikerjakan kecuali seks pra-nikah. Biasanya jenis cinta ini berahkir dengan hawa nafsu dan kekecewaan.

Pandangan Tentang Cinta Yang Sebenarnya
Dengan pengertian kata cinta akan memberikan pandangan kebanyak hal sehingga kita bisa mengerti apa itu cinta yang sebenarnya. Ada beberapa pandangan tentang cinta yang sebenarnya, yaitu :
a. Cinta Yang Sebenarnya Hanya Ada Dalam Tuhan
Yang dimaksud disini sebagian dari apa yang disebut pakar Theologia sebagai " Tritunggal ", cinta yang sebenarnya hanya dimiliki Yesus Kristus. Tetapi betapa mengherankan! Meskipun diri-Nya sederajat dengan Allah Bapa, Yesus memilih untuk menjadi manusia seperti kita. Dengan mengalami kematian untuk menjalani hukuman yang seharusnya menimpa kita semua.
b. Jangan Membangkitkan Cinta Yang Sebelum Waktunya
Cinta yang sebenarnya bukan diawalnya terpesona dan ahkirnya membosankan. Cinta yang didasari dengan adanya hal negativ dapat membangkitkan cinta yang sebelum waktunya dan sangat mudah menuju dosa.
c. Cinta Harus Berhati-hati
Untuk menciptakan cinta yang murni, kita harus memiliki sikap berhati-hati. Setiap gerakkan dan bahasa tubuh akan menunjukkan kehal yang penuh dengan resiko dan pengalaman dalam berpacaran tidak mengarahkan kepenyesalan.
d. Cinta Harus Tegas 
Dengan adanya ketegasan dalam berhubungan sudah pasti akan menghasilkan hubungan yang baik
e. Cinta Adalah Tanggung-Jawab
Kaum muda yang sedang jatuh cinta harus menanamkan sikap bertanggung-jawab. Dengan berarti sudah diberikan kepercayaan untuk menjaga dan melindungi pasangannya.
f. Cinta Dapat Membawa Hukuman
Kesalahan dalam berpacaran akan mendatang masalah dan membuat cinta itu akan membawa hukuman tersendiri. Dengan adanya keingginan sesaat cinta itu akan menghasilkan hubungan yang rusak.
g. Cinta Kuat Seperti Maut
Cinta bagaikan luapan api yang menyala-nyala. Seseorang yang sudah dilanda asmara dapat melakukan hal-hal yang tidak masuk akal atau diluar akal sehat. Sekalipun orang memberikan segala hartanya namun cinta dapat merelakan nyawanya sendiri.
h. Cinta Adalah Kasih
Cinta memliki sifat dasar yaitu kasih. Dengan adanya kasih maka setiap hubungan itu akan menghasilkan hubungan yang murni. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan :  
  1. Kasih itu sabar, Cinta yang bersabar akan berdampak pada yang positiv dan memberikan pengertian dalam hal untuk menahan diri. 
  2. Kasih Itu Murah Hati, Segala perbuatan dan tindakan dinyatakan dengan penuh pertimbangan. 
  3. Tidak Cemburu, Cinta tidak memiliki kedengkian, kebencian, iri hati, dan ingin menguasai.
  4. Tidak Memegahkan Diri, Cinta tidak pernah menyombongkan diri, membanggakan diri sendiri, dan tidak membuat cerita yang tidak ada ( membual ).
  5. Tidak Sombong, Cinta tidak pernah melakukan hal yang tidak sopan dan mencari keuntungan sendiri. Sebab cinta itu sendiri tidak didasari dengan sifat pemarah, congak, angkuh, dan membusungkan dada. Tetapi, cinta akan melakukan perbuatan yang mengandung/berisikan kebaikkan. Sehingga dapat mengubah kejahatan menjadi kebaikkan.
  6. Tidak Mencari Keuntungan Sendiri, Artinya cinta tidak mencari kebahagian untuk diri sendiri, melukai, dan merugikan orang lain.
  7. Tidak Pemarah, Walaupun lidah tidak bertulang, tetap saja harus dijaga. Dalam hal ini cinta tidak memiliki sifat yang dapat membakar dan membangkitkan kemarahan.
  8. Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, cinta tidak memiliki sifat curiga dan tidak menanamkan dendam dihati. Tapi, bersabar dalam menghadapi masalah.
  9. Cinta Tidak Bahagia Dengan Ketidak-adilan, Cinta selalu mengutamakan kejujuran dan tidak senang jika orang lain mengalami kegagalan. Sebab cinta selalu bahagia didalam kebenaran dan menutupi segala sesuatu.
  10. Kasih Menutupi Segalanya, Artinya cinta tidak akan menceritakan, menjelekkan, menyimpan, dan menghina orang lain. Karena cinta menghargai, menaruh kepercayaan, memberikan pengharapan yang sangat teguh untuk masa depan. Sebab cinta sanggup menanggung/menopang segala sesuatu. Sehingga tidak menyerah, kalah dalam percobaan, tetap berdiri teguh, dan berjuang dalam keadaan apa pun.

    Ciri-Ciri Cinta Yang Sesungguhnya
    Setelah mengetahui aspek cinta yang sesungguhnya. Selanjutnya kita harus perlu mengetahui ciri-cirinya. Hal ini penting untuk diperhatikan agar bisa melihat perbedaan cinta apa tidak!
a. Sejalan Dengan Firman Tuhan
Mungkin kita pikirkan dunia yang sudah semakin canggih dan teknologi semakin maju, apa tidak salah kalau segalanya mesti sejalan dengan Firman Tuhan? Apa kata dunia? Dalam hal apa saja kita harus sejalan dengan Firman Tuhan?
1. Mempersiapkan Masa Depan
Cinta akan selalu mengarahkan kehidupan kemasa depan, sehingga mengantisipasi, mempersiapkan, dan menata dengan baik agar dapat meraih sukses dalam berkarir dan segala bentuk aspek kehidupan. Ini berarti cinta bersifat dinamis yang bergerak untuk menyambut masa depan dengan didasari keyakinan bahwa Tuhan menyediakan pengharapan dan berorentasi kemasa depan.
2. Mendewasakan Diri
Orang yang sudah terlibat dengan cinta membuat semakin dewasa. Sehingga tidak kecenderungan memiliki sifat kekanak-kanakkan dan egois, yang sering dengan sebutan " Cinta Monyet ". Jadi, seseorang yang mengalami cinta akan menjadi sosok yang matang dan dewasa sekaligus seseorang yang menghargai segala aspek kehidupan secara bertanggung-jawab.
3. Semakin Mendekat Pada Tuhan
Cinta juga harus bisa membuat pasangannya terlibat dan dekat kepada Tuhan. Dengan semakin dekat dengan Tuhan, sudah pasti mereka akan saling menjaga kesucian dan kebenaran yang berkenan dihadapan Tuhan. Untuk kalian yang sedang jatuh cinta sebaiknya mencari pasangan yang seiman agar dengan sendirinya pasanganmu bisa menjadi penolong yang sepadan buat dirimu! Intinya cinta harus selalu membuat para pelakunya menjadi " God Oriented " bukan " Self Oriented ". Karena cinta yang tidak bisa membawa pasangannya semakin mendekat dengan Tuhan, maka dengan tegas saya katakan itu bukan cinta.

b. Biarkan Waktu Dan Doa Mengujinya
Saat jatuh cinta kejadian itu bisa bersifat spontan, tiba-tiba, mendadak, dan tanpa rekayasa. Agar pengalaman jatuh cinta menjadi suatu komitmen dan menghasilkan cinta yang sesungguhnya hal itu membutuhkan proses. Dan yang namanya proses pasti membutuhkan waktu yang panjang. Kita harus mengetahui bahwa waktu adalah parameter yang sudah teruji. Mengapa? Karena dengan berjalannya waktu akan membuat kita bisa memahami sifat dan karakternya. Dan juga semakin bisa mempelajari kelebihan dan kekurangan serta belajar mengadapi masalah bersama.


CATATAN : Segala sesuatu yang teruji lewat renang waktu akan terbukti kemurniannya, sementara jika bukan akan menjadi tawar dan samar.

Selain itu, doa juga menjadi kunci untuk menguji ketulusan dan kemurnian. Melalui pergumulan doa yang panjang dan sungguh-sungguh dapat mengetahui, apakah cinta yang sedang dijalani masuk kategori cinta atau tidak. Dalam hal ini kita harus jujur dan taat.

c. Tidak Saling Menghancurkan
Sewaktu kita pacaran seringkali menjadi sosok yang penuntut? Menuntut perhatian yang lebih, kasih sayang yang lebih, bahkan menuntut untuk melakukan hubungan seks pra-nikah. Dengan adanya tuntutan itu membuat pasangannya menjadi penipu. Cinta sudah berubah menjadi alat penghancur dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Sehingga menyebabkan pasangannya tidak dihargai sebagai sosok pribadai yang utuh dan berharga melainkan seorang yang harus memenuhi segala keingginannya. Cinta bukan lagi mendewasakan dan menumbuhkan tapi menghancurkan.


d. Memiliki komitmen Yang Kuat
Cinta selalu ditandai dan disertai dengan tanggung-jawab dan komitmen yang kuat. Baik itu berupa cinta monyet, cinta lokasi, cinta terjebak, atau backstreet! Komitmen untuk apa? Untuk saling membahagiakan dan menyenangkan pasangannya, baik itu dalam kebahagiaan dan kesedihan, komitmen yang salaing berbagi, menghargai, setia, dan komitmen tetap menjaga kesucian. Maka disini letak keistimewaan cinta itu sendiri dengan tidak bergantung pada situasional. Serta komitmen secara pertimbangan yang matang dengan diikuti sifat yang stabil dan bertahan secara  dewasa.


e. Mampu Menghadapi Tantangan dan Cobaan
Tanpa melewati berbagai cobaan dan tantangan maka belum bisa diklaim dengan sebutan cinta. Hubungan yang telah teruji dan berhasil melewati berbagai macam tantangan dan cobaan akan mendapatkan nilai tersendiri. Sebab hubungan yang tidak mampu menghadapi tantangan dan cobaan bisa menghancurkan dan  putus ditengah jalan.
< >