Defenisi dan Resiko Perselingkuhan

Reaksi:

Semua orang pasti membutuhkan cinta, apalagi disaat cinta itu sudah mulai masuk dalam kehidupan seseorang. Cinta itu memiliki berbagai macam bentuk yang menjadikan hubungan seseorang itu memiliki khas tersendiri. Banyak diantara antara kalangan remaja sudah mengerti yang namanya pacaran, sehingga tidak jarang terjadinya perselingkuhan yang menyebabkan gonta-ganti pasangan. Jika tidak dihentikan dari sekarang akan berbahaya pada dirinya sendiri dikemudian hari. Ada berbagai faktor yang dapat membuat seseorang itu selingkuh.

a. Masih Menyimpan Kepalsuan
Dalam hidup ini banyak kepalsuan yang masih perlu diwaspadai, mata bisa tertipu oleh penampilan yang memikau. Banyak dikalangan anak muda disaat berpacaran salah menentukan pasangannya. Itu disebabkan karena adanya bisikkan dan rayuan yang membuat seseorang dapat terlena. Dan ahkirnya mencari pasangan yang lain agar dapat membuat dirinya sendiri bahagia.

b. Membutakan Akal Sehat
Seseorang yang sedang jatuh cinta dapat membutakan akal sehat, sehingga logika dan perasaan tidak sejalan. Itu disebabkan, karena adanya tanggapan, saran, dan kiritk dari sahabat dapat membuat seseorang itu melakukan perselingkuhan. Sehingga tidak jarang kaum muda harus membutakan akal sehatnya, hanya gara-gara ingin mendapatkan yang lebih.

c. Over Protektif
Protektif ( bersifat melindungi ) sama artinya dengan tanda sayang. Tetapi over protektif (terlalu dilindungi) itu tanda bahaya. Biasanya dimasa pacaran salah satu dari pasangan senang diperlakukan over protektif. Tetapi kalau hal itu terjadi terus menerus dengan tingkat intensitasi yang tinggi, maka sikap itu akan membawa salah satu dari pasangan akan berselingkuh. Mengapa? Karena tidak ada seorang manusia yang sanggup hidup dalam aturan dan larangan yang banyak dan detail. Walaupun aturan dan larangan itu dari sang kekasih yang bersifat untuk melindungi akan beresiko buat pasangannya untuk mencari orang lain agar dapat bebas dari aturan tersebut. Pasangan yang diperlakukan secara over projetif akan membuat pasangan menjadi manusia yang kerdil, penakut dan mati inisiatifnya. Apalagi seseorang yang sudah terbiasa hidup dalam kemandirian jelas-jelas akan mengalami tekanan dan menimbulkan banyak friksi dan pertengkaran. Pasangan yang memperlakukan pasangannya secara over protektif biasanya kreatifitas, kegembiraan, dan inisiatif pasangannya dimatikan. Pacaran pun tidak mengembangkan potensi dan jati diri, tetapi justru menjadikan para pelakunya tidak mengalami kemajuan sama sekali. Sehingga hubungan yang dibentuk menjadi sebuah penjara dan bukan sebuah hubungan yang merdeka.

d. Over Posesif
Over Posesif artinya terlalu ingin memiliki. Dimasa pacaran pasangan yang memiliki karakter seperti ini cenderung memperlakukan pasangannya seperti robot yang dengan mudah dikendalikan sesuka hati. Mengapa? Karena dia menanggap pasangannya itu adalah miliknya sepenuhnya. Tidak ada orang lain yang boleh ikut ‘memiliki’ sang buah hati. Semua hal tentang pasangannya dia yang mengatur dan pasangannya harus selalu mengikuti apa kemauannya tanpa ada bantahan. Jelas sikap ini sangat berbahaya, karena dapat membuat pasangannya memilih untuk berselingkuh. Dan perlu diketahui pasangan cenderung yang mempunyai sifat over posesif biasanya memiliki gejala neurotis ( gangguan kejiwaan ) ringan.

e. Sexual Minded
Pasangan yang cenderung dengan sexual minded akan terobsesi dengan namanya seks. Sehingga seks menjadi hal yang terpenting dalam hidupnya. Kalau berbicara atau pun bercanda tidak pernah lepas dari persoalan seks. Kemungkinan mengalami “ seks extra marital ”( Seks sebelum nikah) yang sangat besar.

f. Emotional Imbalance
Pasangan yang memiliki emosi yang tidak stabil biasanya dapat membuat pasangannya tidak betah. Karena adanya luapan-luapan yang mudah meledak-ledak, emosional dan temperamental yang ahkirnya menimbulkan kekerasan disaat masa pacaran. Contohnya : suka main pukul, salah sedikit langsung mengeluarkan kata-kata kasar, dan suka membentak. Dengan bahasa sederhana pasangan yang memiliki sifat emotional imbalance adalah salah satu pasangan yang gampangan dan tidak bisa dipercaya.

g. Self Oriented
Biasanya pasangan yang memiliki sifat ini cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri. Sehingga dia memiliki prinsip, bagaimana bisa memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, memperoleh kenikmatan sepuas-puasnya, dan memperoleh keinginan yang sedalam-dalamnya. Sehingga pacar pun hanya akan dijadikan sebagai alat untuk memenuhi kesenangan dirinya sendiri. Sehingga tidak ada yang namanya respek, take dan give yang ada hanya ekploitasi yaitu memuaskan kesenangan dirinya sendiri. Tanpa disadari ini dapat membuat pasangannya akan lebih memilih berselingkuh dari pada berpacaran. 

h. Authority Dishonor
Pasangan ini pada dasarnya terbiasa tidak mematuhi aturan atau norma yang berlaku secara umum. Sehingga dengan mudah melecehkan dan menanggap peraturan tidak ada. Dan membuat dirinya menetapkan norma-norma oleh dirinya sendiri. Sehingga memberikan dampak yang terlalu extrame dan cenderung menjadi seseorang yang suka berbau kriminal. 


Dengan adanya artikel ini dapat memberikan dampak yang positif buat kita, agar disaat masa pacaran dapat membuat pasangan kita tidak mudah mengalami yang namanya perselingkuhan. Jika adanya sebuah permasalahan, tidak akan memberikan dampak yang buruk terhadap hubungan yang sudah dibentuk.
< >