Cinta Yang Terpendam

Reaksi:
Banyak diantara kaum muda disaat ini susah dan tidak berani untuk mengungkapan rasa sayangnya buat orang yang dicintai. Sehingga tidak jarang perasaan dan kasih sayang yang dimiliki dipendam dalam dirinya sendiri. Tetapi, sebenarnya berpacaran adalah salah satu menuju rumah tangga yang memang sangat memerlukan cinta, tetapi juga memerlukan pengertian terhadap cinta itu sendiri. "Karena cinta itu sekuat maut, dan nafsu berkuasa seperti kematian. Nyalanya seperti nyala api yang berkobar dengan dahsyat. Air yang banyak tak mampu memadamkan cinta, dan banjir tak dapat menghanyutkannya. Jika seorang memberi segala hartanya untuk membeli cinta, pasti hanya penghinaan yang didapatnya." Makanya dibutuhkan suatu pengertian dan keberanian dalam mencari dan menentukan pasangan kita di kemudian hari. Ada beberapa cara agar cinta yang kita miliki tidak tertunda, yaitu :

a. Kesadaran Diri Sendiri
Apakah selama ini kita mengerti akan situasi dan kondisi kita, sebab kesadaran diri kita sangatlah di perlukan agar cinta yang akan diberikan sama orang lain tidak menjadi batu sandungan atau dengan kata lain tidak membawa kesialan pada diri sendiri. Dengan demikian hubungan yang akan dibina pun menjadi sarana untuk mempertemukan antara keinginan kita dan orang lain. Adanya kesadaran diri sendiri akan membuat hubungan  itu menjadi proses, sehingga proses komunikasi therapeutik akan lebih mendekatkan akan perasaan yang tertunda menjadi lebih menarik. Dan sebaliknya bila masih belum terjadi dan belum terbentuknya kesadaran dari diri sendiri maka hubungan itu semakin menyempit dan itu akan menyulitkan kebahagian dalam hubungan therapeutik. Karena proses komunikasi dan pengenalan tentang pasangan itu menjadi tertutup.


b. Takut Mengungkapinya
Banyak dikalangan muda disaat ini, hanya gara-gara menyimpan perasaan cinta buat orang lain dia sanggup memendamkan apa yang dia rasakan. Perasaan dan logika pun tak sejalan dengan apa yang dia dialami. Sehingga dia sanggup menghalalkan berbagai cara hanya ingin mendapatkan kekasih pujaan hatinya. Bukankah ini sangat berbahaya? Seharusnya langkah yang diambil adalah melihat dan mengamati karakter pasangan yang dicintainya. Agar apa yang dia rasakan selama ini tidakkan menjadi sia-sia, melainkan menjadi berkat baginya. Maka di butuhkan keberanian diri untuk menyatakan cinta bagi pasangan yang dicintai. Seperti perkataan Charels Lamb " Secara terori hidup ini harus dinikmati, tetapi kenyataan sebaliknya-semuanya tidak mudah untuk dinikmati." Selagi kita masih bisa berbicara, mencoba untuk mengungkapkan perasaan cinta yang kita miliki pada orang tidak salah, melainkan kita berani mengambil keputusan hidup. Dengan membuat prinsip " Bahwa apa yang saya lakukan bukan untuk membuat penyakit dalam diri saya". Ingat, cinta tidak harus memiliki, tetapi cinta harus membuat kebahagiaan dalam diri sendiri. Sehingga, apa yang dirasakan tidak menjadi beban di hati. Maka cinta yang tertunda harus secepatnya di ungkapkan.


C. Menguatkan Diri Sendiri 
Dalam hal ini kedewasaan diri sangatlah dibutuhkan, sebab tidak selamanya orang yang kita cintai akan merespon balik dengan apa yang telah diungkapan dengannya. Dengan kata lain, disaat kita sudah mencoba mengutarakan isi hati kita pada orang lain, tetapi jawaban yang diberikan tidak sama yang ada dibenak kita. Maka sangat dibutuhkan kedewasaan diri untuk mengendalikan dan menguatkan diri sendiri, supaya perasaan yang terbawa dapat berubah menjadi menerima keadaan.


D. Berusahalah Menjadi Yang Terbaik
Pada dasarnya cinta itu dimiliki semua orang. Sehingga tidak jarang manusia memiliki perasaan cinta menjadi berbeda. Sehingga apa yang dirasakan, ahkirnya di simpan berlarut lama. Selama adanya perasaan yang terpendam akan membuat hidup kita menjadi lebih sempit pada ahkirnya membawa kesuasana untuk memliki pasangan tersebut. Proses untuk pengembangan untuk diri sendiri pun diabaikan. Sebaiknya selama kita masih menyimpan rasa cinta itu dapat dipergunakan untuk mengembangkan kepribadian masing-masing. Agar apa yang dirasakan tidak menjadi sia-sia.


Cinta tang terpendam, memang sangat menyakitkan, tetapi yang paling menyakitkan adalah disaat kita tidak berani untuk menyampaikan kepada orang tersebut. Walaupun cinta itu akan bertolak belakang dengan apa yang kita alami, namun cinta itu akan membawa kita untuk mengembangkan karakter kita menjadi lebih berarti. Selama kita masih bisa bernafas, selama itu juga cinta akan selalu berada dalam diri kita. Untuk semua itu, yang kita butuhkan adalah kedewasaan diri dan mengembangkan diri sendiri. Dengan bertujuan dapat membuat hidup ini menjadi lebih berarti.


< >