Jangan Biarkan Domba Berbulu Serigala Dalam Kehidupanmu

Reaksi:
Dari sekian banyaknya artikel sudah dibahas dalam blog ini, semoga dapat membantu dan menuntun kita dalam memilih pasangan hidup. Sehingga mata dan hati dapat terbuka secara luas dan lebar-lebar sebelum dengan mudahnya mengatakan "Yes, I Like U". Tanpa pernah kita ketahui dalam sebuah hubungan yang ingin dibentuk adanya sebuah rencana yang besar melalui pertemuan, perkenalan, dan sampai ke hal pernikahan. Semua ini sudah diatur dan dimiliki dalam hubungan yang ingin dibangun. Jadi, setiap pasangan pastinya tidak akan ada yang sempurna di muka bumi ini. Sekalipun mencarinya sampai keujung bumi. Tetap tidak ada seorang pun. Namun jika kalau tidak ada seorang pun yang sempurna, tapi berdua tetap lebih baik dari pada seorang diri. Maka setiap manusia sudah ditakdirkan hidup berpasang-pasangan. 

Dan kali ini kita akan membahas bagaimana membuat hubungan itu menjadi sempurna? Sehingga yang namanya domba berbulu serigala dapat dihindarkan. Ada beberapa hal yang menyebabkan itu....

1.Tidak Adanya Kedewasaan
Semua orang, siapa saja bisa mengalami yang namanya jatuh cinta. Namun sebenarnya dalam sebuah hubungan yang ingin dibangun kedewasaan adalah hak mutlak yang harus dimiliki seseorang yang ingin mencari dan menemukan pasangan hidupnya. Sehingga hal-hal yang bersifat negativ dapat dihindarkan baik melalui pikiran, hati dan tubuh. Apakah anda sudah dewasa? Kedewasaan terbagi beberapa bentuk :
  • Kedewasaan Secara Fisik, Seseorang yang sudah dikatakan dewasa secara fisik adalah ketika mulai memasuki masa puberitas.
  • Kedewasaan Secara Mental, Dengan seiring berjalannya waktu, semua orang akan memiliki perubahan. Namun, untuk menjadi semakin dewasa belum tentu bisa didapatkan. Kedewasaan mental sangat membutuhkan perbaruan baik itu berupa pikiran dan perasaan yang terus menerus harus dijaga dan dikendalikan. Karena tidak semua orang sanggup menerima tangung jawab yang besar yang akan diberikan kepadanya. Sehingga menjalin sebuah hubungan serius jika mental kita belum " CUKUP" dan masih seperti kanak-kanakkan makan proses yang dialami pun akan dengan mudah gagal di tengah jalan.
  • Kedewasaan Secara Rohani, Untuk sebagian orang kedewasan fisik dan mental sudah dianggap cukup untuk memulai dan mencari pasangan. Namun sebenarnya kedua itu belum bisa dipastikan akan mengalami hubungan terjaga. Kedewasaan rohani adalah proses yang harus diusahakan sepanjang hidup sendiri. Biasanya ketika dalam tekanan kita akan bisa melihat seseorang itu dewasa atau tidak. Orang yang mempunyai kedewasaan rohani akan tetap bisa tenang serta mampu menguasai keadaan dalam tekanan seberat apapun. Salah satu tanda lain adalah orang yang mencapai kedewasaan rohani mempunyai fokus hidup hanya untuk tujuan ilahi. Ia tidak lagi berfokus pada ambisi atau keinginan pribadi dalam hidupnya. Semua yang dilakukan hanyalah untuk menyenangkan Tuhan semata.
    Dengan kata lain ia sudah mati terhadap keinginan diri sendiri. Hidupnya diarahkan sepenuhnya untuk memenuhi rencana dan panggilan ilahi. Selain itu orang yang dewasa rohani juga mempunyai kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan jahat karena pancaindera rohaninya sudah terlatih. Kemudian juga mempunyai satu keyakinan penuh apakah sesuatu itu kehendak Allah atau bukan. Seorang yang dewasa rohani akan mengetahui dan bisa merasakan lewat batinnya apakah sesuatu itu benar atau tidak. Jadi, kedewasaan rohani itu dpat dilihat dari seberapa jauh ia mampu menerapkan prinsip Ilahi dalam kehidupannya. Dapatkah kita membayangkan, apa yang akan terjadi ketika dua orang yang dewasa baik fisik, mental, dan rohaninya menjalin sebuah hubungan? Satu jawabannya WOW, Luar biasa !!!! So, Apakah kerohanian kita sudah dewasa?


2.Tidak Adanya Saling Keterbukaan
Sebuah hubungan yang tidak adanya saling terbuka satu dengan lainnya selama hubungan itu, sudah dapat dipastikan tidak akan mengalami sebuah perubahan malah akan mendatangkan kepurukan selamanya. Disaat seseorang dari pasangan sudah mencoba terbuka maka dapat dipastikan kedewasaannya sedang diuji untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri dan bagi pasangannya. Dengan adanya sikap saling terbuka maka pasangannya ingin menjalani hubugan tersebut dengan apa adanya, bukan ada apanya? Sehingga dia akan sanggup tampil menjadi diri sendiri tanda adanya kebohongan yang harus disembunyikan dengan kata lain kemunafikan dan keegoisan dapat dihindarkan. Belajar terbuka bukan berarti kita harus terbuka dalam segala aspek, tentu saja ada hal-hal tertentu yang membutuhkan waktu sebelum mengungkapkannya. Maka dengan adanya saling keterbukaan akan terlihat dan  menguji kesetiaan pasangan kita.

3.Salah Pilih
Sebuah hubungan yang ingin dibangun seharusnya dapat melihat dan memperhatikan ciri-ciri dari pasangannya. Sehingga yang namanya salah pilih dapat dihindari. Namun karena adanya sesuatu dalam hubungan itu maka yang ahkirnya mendatangkan sesuatu yang salah. Setiap manusia telah diberi hikmat, agar mata dan telinganya dapat melihat dan mendengar apa yang menjadi kehendak dan rencana-Nya dalam hidupnya. Supaya tidak berjalan dalam menurut hikmat dan pengertian diri sendiri.

4.Keseringan Mengabaikan Hal Yang Kecil
Banyak pasangan yang jatuh ke dalam dosa karena memandang hal-hal yang kelihatannya kecil namun berbahaya. Karena sebenarnya hal-hal kecillah yang bisa menimbulkan masalah yang sangat besar. Hal ini sering terjadi adanya perhatian yang berlebihan, pembicaraan, situasi berduaan ditempat-tempat tertentu. Sehingga sengaja maupun tidak sengaja akan mengundang pasangan tersebut untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Maka dibutuhkan seseorang dari pasangannya yang tegas untuk mengendalikan situasi dan kondisi tersebut. Untuk itu jika lagi berduaan cobalah hindari kontak fisik yang tidak diperlukan. Agar tidak dapat jatuh dan tidak memandang kehal-hal negativ selanjutnya.

Dengan adanya artikel ini dapat membantu kita agar dapat berhati-hati dalam menentukan pasangan kita dan tidak menemukan pasangan yang seperti domba namun berbulu serigala. Ingatlah, walau pun banyak rintangan dan cobaan yang akan menghadang dalam membangun sebuah hubungan itu.... semua semata-mata untuk memurnikan cinta kita. Dan Tuhan sedang bekerja menyempurnakan segalanya. Jadi, cobalah mencintai diri sendiri sebelum kamu mencintai orang lain maka cinta yang kamu berikan pun itu semua berasal dari Yang Maha Kuasa dan bukan karena kehendak diri sendiri. Cinta didasarkan akan adanya Keterbukaan maka semuanya akan berawal dari pemulihan dan berahkir dengan Kebahagiaan terhadap keduanya. Semoga artikel dapat membantu kita semua.
< >