Langkah Mengembangkan Sikap Positif

Reaksi:

Berpikir positif agar menjalani hari-hari dalam hidup lebih baik. Nasehat ini seringkali tak mudah pada hakekatnya. Masalah yang muncul, hal-hal yang menyakiti hati dengan mudah memosisikan kita sebagai korban dari kejamnya hidup.

Hidup memang kejam , tetapi kita harus menjalaninya. Maka yang terbaik tentu jangan kalah terus-menerus. Dasar utama untuk kembali bangkit harus di mulai dalam otak kita, mengembangkan sikap berpkir positif

9 langkah dalam yang bisa di coba untuk mengatasi pikiran negatif :

1. Hidup disaat ini 

Memikirkan masalah lalu atau masa depan adalah hal yang selalu membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika anda menenmukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakanpada diri anda bahwa anda kuat, anda mampu. Katakanlah hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakanhal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu anda harus mengambil keputusan sulit ataupun anda tidak mempercayai apa yang telah anda katakan pada diri sendiri.

 3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa ringan. Sebaliknya, jika anda berpikiran negatif, hal-hal negatiflah yang akan menimpa anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau penukaran energi. Tidak mudah untuk mengubah pola pikir anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang anda petik.

4. Jangan berdiam diri

Telesuri apa yang membuat anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi anda, juga membuat anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus dan tulis hal-hal positif

Ketika kita sedang mengalami pikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus kepada apa yang tidak kita mikili. Buatlah sebuah jurnal rasa bersyukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekedar hal-hal kecil seperti " hari ini cerah" atau "makan sore hari ini menakjubkan". Selama anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut. 

6. Bergeraklah

Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaan anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekedar berjalan mengelilingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika anda merasa down aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat anda merasa lebih baik.

7. Hadapi rasa takut.

Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri anda. Jika anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup, namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba hal-hal baru

Mencoba hal-hal baru juga dapa meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan yang "YA" pada kehidupan anda, ini akan membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran dan perkataan  " ya, tapi...." Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah cara pandang

Ketika seuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.
< >

Ucapan

Reaksi:


1. Ada yang menutuki diri sendiri
2. Ada yang mengutuki keturunannya
3. Ada yang mengutuki orang lain dengan menyebutkan nama-nama hewan
4. Ada yang menyatakan ikrar kepada iblis
5. Ada yang menyampaikan permohonan di kuburan
Adakah selama ini kita memandang ringan mengenai dampak dari ucapan yang di keluarkan oleh seseorang?

Efesus 4 : 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik umtuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

BANDINGKAN

Ibrani 13 : 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Ada 3 hal mengenai dampak dari ucapan :

1.
Ucapan dapat membawa “BENCANA

Matius 12: 36 Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap kata sia-sia yang di ucapkan orang harus di pertanggungjawabkannya pada hari penghakiman

Bandingkan

2 korintus 5 : 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik taupun jahat.


Bagi anda yang memiliki bahasa lidah pun yang anda sendiri tidak mengerti yang anda banggakan selama ini, akan terkena juga.

1 korintus 14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

Yeremia 23:36 Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

2. Ucapan membawa “BERKAT”

Yesus mengajarkan bahwa didalam ucapan kita ada “KUASA”.

Raja Daud memahami sungguh perihal ucapan sehingga di dalam doanya ia berkata :
Mazmur 141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!


1 petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

3. Ucapan berbasis keselamatan atau kebinasaan


Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
< >

Ciri - Ciri Menemukan Pasangan Hidup

Reaksi:
Setelah membahas tentang prinsip menemukan pasangan hidup dapat membuka mata, membuka telinga, dan membuka hati agar benar-benar mencari pasangan yang tepat. Supaya tidak adanya penyesalan dikemudian hari. Untuk itu, diperlukan ciri-cirinya. Ada beberapa ciri-ciri dibawah ini untuk menemukan pasangan hidup.

a. Seiman
Kita sudah pasti mengerti apa yang dimkasud dengan mencari pasangan yang seiman. Sebab pacaran yang tidak seiman sudah pasti banyak rintangan yang harus dihadapi. Sehingga resiko yang diterima pun lebih besar dan kebanyakkan pacaran yang tidak seiman menghasilkan pertentangan dan konflik yang sangat berbahaya. Untuk itu, ciri-ciri pasangan hidup yang tepat adalah seiman, agar dapat membawa pasangannya kejalanan yang benar dan tepat. Pacaran yang dihasilkan pun sesuai dengan prinsip hidup dan akan memberikan hasil yang dapat membuat pasangannya menjauh dari dosa.

b. Dewasa dan Bertanggung-jawab
Banyak dikalangan muda sering kita jumpain sudah menikah walaupun masih dalam stasus sekolah. Sehingga disaat adanya masalah tidak sanggup menghadapinya dan ahkirnya nekad untuk tidak menanjutkan pendidikkan lagi. Bukankah ini berbahaya !!! Mencari pasangan hidup haruslah benar-benar sudah dewasa atau bertanggung-jawab bukan sekedar kenikmatan sesaat. Bukan terbawa situasi atau kondisi yang ada disekitarnya dan memiliki sifat kekanak-kanakkan. Jangan pernah menikah dengan orang yang masih belum mengenal arti dari kehidupan. Sebab mereka belum tentu akan bertanggung-jawab dikemudian hari. Karena mereka hanya berpikir apa yang bisa didapatkan tetapi tidak memikirkan apa yang bisa diberikan. Untuk itu, seseorang yang sudah dewasa diukur bukan dari apa yang diterimanya, melainkan apa yang dapat diberikannya. Menemukan pasangan hidup harus benar-benar paham dan mengenal karakter pasangannya sendiri. Sebab seseorang yang mudah jatuh cinta dapat menyebabkan hubungan yang dibentuknya mudah retak dan putus ditengah jalan. Sebelum jatuh cinta harus memliki penilaian tersendiri buat pasangannya. Penilaian seseorang bukan hanya sekedar melihat dari luarnya, tetapi harus melihat dari kedewasan dan pertangungg-jawabannya. Sebab dengan adanya penilaian tersendiri bagi pasangannya, maka akan timbulnya sebuah " KASIH ". Disaat adanya benturan atau konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Sebab kalau tidak! Akan bersama pasangan yang masih memiliki sifat kekanak-kanakkan, yang ahkirnya hanya mendatangkan penderitaan seumur hidup. 

c. Mengendalikan Diri Sendiri
Dalam hal ini seseorang yang dapat mengendalikan dirinya sendiri adalah seseorang yang benar-benar  memahami antara yang baik dan yang salah. Sehingga disaat pacaran sanggup menolak semua yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Sebab cinta dapat menyala-nyala bagaikan api dan kluat seperti maut. Dengan adanya pengendalian diri, maka pacaran ayng dihasilkan akan berbentuk creativ, positif, dan kontruksi.

d. Seimbang Dan Sepadan
Yang dimaksud dengan seimbang dan sepadan dalam hal ini adalah,
  1. Saling mengerti dan saling memahami antara satu dengan lainnya. Bukan saling menguasai
  2. Saling mengisi dan melengkapi, kita harus sadar bahwa didunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna. Maka dengan adanya saling menisi dan melengkapi akan membuat pasangannya menjadi mitra, bukan pembantu.
  3. Saling menerima dan membangun. Dalam hal ini mengutamakan diskusi dalam mengatasi masalah dan sanggup meneri,a dan mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga dalam hubungan pun tidak ada yang namanya dominan, teapi kebersamaan dalam menghadapi berbagai kesulitan dengan saling bahu-membahu.
Bagaimana dengan masalah perbedaan latar belakang keluarga? Pertanyaan ini sudah pasti sering kita dengar. Mengatasi perbedaan latar belakang keluarga sama dengan hal ayng disebutkan diatas. Adanya perbedaan baik itu dalam hal sepele maupun dalam hal penting. Dapat menimbulkan berbagai macam masalah. Alasan perbedaan latar belakang keluarga bisa diakibatkan dari perbedaan bangsa, suku, adat, dan kebudayaan. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah salaing mengerti dan memahami sesama pasangan.

Bagaimana dengan perbedaan usia? Sekalipun tidak ada yang berhak untuk melarang seseorang menemukan pasangan hidupnya. Ada beberapa yang perlu diketahui disaat akan menemukan pasangan hidup salah satunya adalah faktor usia. Dalam masalah usia sebaiknya pria lebih tua sekitar 2-5 tahun dari wanita. Sebab pria sudah diharuskan sebagai pemimpin dan yang berhak memegang kendali dan bertanggung-jawab. Banyak wanita lebih memilih pria yang jauh lebih diatas 5 tahun, maka tidak adanya keseimbangan yang dihasilkan. Artinya kondisi yang ditimbulkan akan mudah terjadi konflik disaat pasangan itu tidak lagi saling berteggang-rasa. Sebaliknya, jika wanita jauh lebih tua dari pria keadaan akan bisa berubah menjadi "EXTRA ORDINARY". Itulah harga yang harus dibayar.

e. Humoris
kriteria ini jarang dibahas orang lain. Sebab ini merupakan salah satu karakteristik yang sangat penting untuk dimiliki seseorang. Humoris disini bukan berarti pelawak, tetapi orang yang memiliki selera humor. Sehingga dapat mengatasi strees, masalah yang datang, dan sanggup mencari penyelesaiannya disaat semuanya sedang buntu. Seseorang yang memiliki karakter humoris kelihatan akan selalu tetap menjadi optimis ketika dalam keadaan yang tidak memberikan harapan lagi. Orang yang biasanya humoris bisa menjadi teman yang sangat menyenangkan. Dan memiliki semangat hidup yang tinggi, walaupun dalam keadaan sulit. Sebab orang yang tersebut sanggup membuat suasana menjadi lebih ceria, sederhana, dan tidak merepotkan.

f. Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Dalam menemukan pasangan hidup tidak memberikan orang menjadi egois. Dengan adanya sifat egois dalam suatu hubungan, justru akan berdampak buruk pada pada hubungan yang akan dibangunnya. Pasangannya yang sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan perhatian pada pasangannya. Walaupun keegoisan adalah kunci kelangsungan hidup, jangan sampai terbiasa dimanja, diinginkan dan dituruti sesuatu kemauan sendiri. Egois berarti memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak meladeni hal-hal yang akan mengkompromikan kebahagiaan sendiri.Tetapi, disaat sudah menemukan pasangan hidup, kebahagian bukanlah sebagai milik pribadi sendiri melainkan milik berdua. Menjadi egois bukan berarti memakai segala macam cara agar mendapatkan apa yang diinginkan. Apabila disaat mencari pasangan hidup, maka  harus mengerti dan tidak perlu memaksanya. Maka dalam hal ini dibutuhkan saling memberi dan menerima.

< >